Mengenal Perkawinan Adat Mabang Handak yang Sah Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Antara, Jurnalis · Senin 23 Agustus 2021 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 22 406 2459355 mengenal-perkawinan-adat-mabang-handak-yang-sah-jadi-warisan-budaya-tak-benda-hzqt2FYx7m.jpeg Perkawinan Adat Mabang Handak (Antara)

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menetapkan Perkawinan Adat Mabang Handak dan Lelang Lebak Lebung sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar mengatakan, pemkab telah menerima replika sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) itu yang diserahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan.

Baca juga:  Ini 2 Ritual Rakyat Bandung Barat yang Jadi Warisan Budaya 2020

Perkawinan Mabang Handak dan Lelang Lebak Lebung merupakan bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Ogan Komering Ilir yang sarat akan makna dan nilai-nilai luhur.

Hingga kini, Pemkab OKI terus menyosialisasikan ke masyarakat bahwa Perkawinan Mabang Handak dan Lelang Lebak Lebung telah menjadi bagian warisan budaya di Tanah Air.

 

Perkawinan Mabang Handak pada masyarakat Suku Kayu Agung merupakan acara perkawinan yang mewah, yakni permintaan dan persyaratan dari pihak perempuan harus dipenuhi oleh calon pengantin laki-laki.

Baca juga:  Tari Thengul dari Bojonegoro Kini Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Pernikahan Mabang Handak dalam masyarakat Kayuagung merupakan sistem perkawinan tingkat tertinggi, karena terdapat proses dan rangkaian yang bisa menempuh waktu tujuh hari tujuh malam.

Sedangkan Lelang Lebak Lebung merupakan sistem yang sudah turun temurun dalam proses penangkapan ikan di sungai hingga lebak.

Di Kabupaten OKI, Lelang Lebak Lebung ini sudah dibuatkan peraturan daerahnya sehingga kearifan lokal ini diharapkan lestari tidak lekang oleh waktu.

“Kami terus sosialisasikan dengan tujuan agar budaya ini dapat lestari hingga ke anak cucu,” kata dia di Kayuagung, Sabtu lalu.

Tujuannya tak lain agar memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan pada masyarakat.

Upaya ini juga wujud dari komitmen pemkab untuk mengembangkan sektor pariwisata karena sejatinya perkawinan mabang handak dan lelang lebak lebung dapat juga dijadikan event pariwisata.

 Ilustrasi

Untuk mewujudkannya, pemkab berharap mendapatkan pendampingan langsung dari pemerintah provinsi hingga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini