Warga Geger, 550 Domba Mati Disambar Petir saat Digembala

Aliefa Khaerunnisa Salsabila, Jurnalis · Selasa 24 Agustus 2021 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 406 2459887 warga-geger-550-domba-mati-disambar-petir-saat-digembala-dE19El9vB5.jpg Domba (Reuters)

SEDIKITNYA 550 domba mati sekaligus usai disambar petir saat digembala di padang rumput pegunungan wilayah Ninotsminda, Georgia selatan. Warga setempat geger karena kejadian tersebut baru pertama kali terjadi.

Seorang pemilik domba, Nikolay Levanov terkejut ketika menerima panggilan telepon yang menyedihkan dari penggembalanya yang memberi tahu seratus dombanya terbunuh dalam badai petir. Bersama dengan kawanannya sendiri, 400 domba lain juga terbunuh oleh serangan yang sama.

Baca juga:  Ratusan Kuburan Kuno yang Terlupakan Ditemukan, Berkat Bantuan Kambing

Melansir dari Daily Star, Senin (23/8/2021), penggembala tersebut untungnya hanya pingsan oleh pencahayaan petir dan bisa pulih.

Rekaman mengejutkan yang ditangkap kamera di tempat kejadian menunjukkan ratusan bangkai dilemparkan ke atas rumput di selatan Georgia.

 

Levanov dan pemilik domba lainnya telah meminta bantuan keuangan kepada pihak berwenang Georgia untuk membantu kerugian massal mereka, tetapi mereka mengatakan komisi ilmiah harus menentukan apakah petir itu pasti penyebab kematian.

“Jujur, ini merupakan pertama kalinya. Kami belum pernah mendengar bahwa badai petir dapat membunuh begitu banyak domba,” kata wakil Wali Kota Ninotsminda, Alexander Mikeladze.

Baca juga:  Hiii! Wanita Ini Temukan 18 Ular di Bawah Tempat Tidurnya

“Tentu saja, kantor wali kota akan memberikan dukungan, tetapi pertama-tama, petani itu sendiri harus membawa pendapat para ahli untuk menentukan penyebab kematian massal secara akurat.”

Pada 12 Agustus, diumumkan bahwa 550 domba akan dibakar di lokasi tersebut, karena medan pegunungan membuat mereka sulit untuk diangkut.

Saat ini tidak jelas apakah pemiliknya diberi kompensasi dengan cara apa pun.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini