Jadi Tuan Rumah KTT G20, Ini Sederet Daya Tarik Labuan Bajo Bikin Kangen Piknik

Antara, Jurnalis · Rabu 25 Agustus 2021 01:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 406 2460604 jadi-tuan-rumah-ktt-g20-ini-sederet-daya-tarik-labuan-bajo-bikin-kangen-piknik-W7KEa6VmJR.JPG Pesona alam Labuan Bajo, NTT (Foto: Instagram/@kalvin.ping)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno memastikan pemerintah akan terus mempersiapkan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah penyelenggaraan agenda internasional G20 pada 2022 mendatang.

"Jadi wisata olahraga, wisata berbasis alam terbuka, dan budaya hingga wisata edukasi ini menjadi salah satu yang kita siapkan agar Labuan Bajo menjadi destinasi kelas dunia. Dan karena tahun depan akan ada KTT G-20 dan tahun berikutnya ada ASEAN Summit, kita harus isi dengan calendar of events sehingga Labuan Bajo akan jauh lebih siap," kata Sandiaga dalam webinar 'Excotic of East Nusa Tenggara'.

Sandi mengatakan, pemerintah tengah membangun infrastruktur, mulai aksesibilitas, konektivitas, hingga sarana dan prasarana lain agar Labuan Bajo siap menjadi tuan rumah kedua bagi perhelatan agenda dunia selain Bali. Ia juga memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak mengabaikan ekosistem lingkungan.

Pemerintah kata dia, juga menyiapkan sejumlah agenda pariwisata untuk menarik minat kunjungan selepas pandemi berakhir.

Menurutnya, atraksi wisata di Labuan Bajo telah menarik minat kunjungan turis asing. Hingga 2019, jumlah pelancong asing ke Labuan Bajo mencapai 256.171 orang. Sektor pariwisata juga berpotensi menjadi pendongkrak bagi pertumbuhan domestik regional bruto dan mendatangkan devisa bagi negara.

Baca juga: Rekomendasi Itinerary Labuan Bajo Super Puas, Jangan Lupa Beli Oleh-Oleh

"Sebelum pandemi Covid-19, NTT menargetkan kontribusi pariwisata terhadap PDRB-nya mencapai hampir 1 persen," ujarnya.

Infografis Labuan Bajo

Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat mengatakan pariwisata di Nusa Tenggara Timur selama ini dikenal memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi alam maupun budayanya. Potensi tersebut membawa NTT menjadi destinasi unggulan yang digadang-gadang bisa menyaingi tujuan wisata lainnya di lingkup global.

Viktor mengatakan, daerahnya memiliki julukan New Tourism Territory karena memiliki destinasi wisata yang unik, lengkap, dan memiliki daya saing.

“Saya sudah keliling dunia dan telah melihat banyak destinasi wisata. Saya akhirnya menyimpulkan bahwa NTT adalah daerah yang paling indah di dunia. Di sini ada gunung dan savana yang indah, air terjun, danau warna-warni, bahkan ada bukit batu warna-warni. Di sini ada budaya yang indah dan sangat beragam,” ucap Viktor.

Ia menjelaskan, salah satu potensi wisata terbesar di NTT yang terkenal adalah Labuan Bajo dengan Taman Nasional Komodo. Di kawasan konservasi itu, wisatawan bisa melihat langsung hewan purba, yakni komodo, yang bermukim secara liar di habitatnya. Komodo telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia pada 2011.

Kawasan yang terletak di ujung barat Pulau Flores, Kabupaten Manggarai Barat, ini juga memiliki berbagai daya tarik atraksi wisata lainnya, baik dari bentang darat maupun laut.

Di sisi bahari, Labuan Bajo menyimpan lanskap pemandangan bawah laut yang sempurna. Di laut Bajo, hidup ribuan bahkan jutaan spesies ikan dan terumbu karang. Manta, spesies ikan pari terbesar di dunia, juga kerap ditemukan di tengah lautan Labuan Bajo.

"Karena potensinya yang besar, pemerintah telah menetapkan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas pada 2018," ujarnya.

Baca juga: Ini 10 Langkah Strategis Labuan Bajo Jadi Wisata Super Premium

Tak hanya Labuan Bajo, keindahan NTT pun terpancar dari berbagai sudut di Pulau Sumba. Lebih dikenal oleh penduduk setempat dengan nama Humba, pulau ini telah menjadi tempat bernaungnya ratusan hektare padang savana raksasa.

Karena kecantikannya, Sumba telah beberapa kali menjadi latar film layar lebar terbaik Indonesia. Pendekar Tongkat Emas (2014), Marlina Si Pembunuh 4 Babak (2017), Susah Sinyal (2017), dan Humba Dreams (2018), semuanya memotret keindahan Sumba.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini