PPKM Dilonggarkan, Tingkat Hunian Villa di Kawasan Puncak Naik 10 Kali Lipat

Antara, Jurnalis · Rabu 25 Agustus 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 406 2460663 ppkm-dilonggarkan-tingkat-hunian-villa-di-kawasan-puncak-naik-10-kali-lipat-IDxb9HQwD4.JPG Vila di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat (Foto: Instagram/@thevillas100)

TINGKAT hunian villa di kawasan Puncak-Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, meningkat sejak dua pekan terakhir setelah PPKM dilonggarkan. Tingkat hunian bahkan mencapai 10 kali lipat dibanding pekan sebelumnya atau sekitar 50 vila berbagai tipe.

Pengelola puluhan villa di Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Abdillah Nurul Hilal mengatakan, saat awal PPKM tingkat hunian villa yang dikelolanya hanya terisi tiga sampai lima vila paling tinggi per hari.

Namun sejak dua pekan terakhir, permintaan villa kembali mengalami peningkatan sehingga Abdillah terpaksa menawarkan villa milik pengelola lain.

"Sistem yang kami terapkan pada tamu yang datang, sama halnya dengan hotel, prokes ketat dan aturan yang harus dipenuhi sesuai anjuran pemerintah. Bahkan kami menyiapkan layanan bagi tamu yang membutuhkan cek kesehatan di puskesmas terdekat," jelas Abdillah.

Baca juga: Rekomendasi Villa di Puncak Ini Patut Dicoba, Dijamin Nyaman Bikin Betah

Ia memastikan sebagian besar tamu datang berasal dari Jabodetabek, Bandung dan langganan dari Cianjur. Untuk meningkatkan minat tamu, lanjut dia, pihaknya menawarkan harga rendah selama PPKM.

Tak hanya secara langsung, untuk memudahkan pemesanan villa, tambah Abdillah, pihaknya menerapkan sistem online bagi tamu dari dalam dan luar kota.

Hal senada disampaikan pengelola vila di Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Ujang Dedi. Ia mengaku ada tamu luar kota yang merupakan satu keluarga tertarik memesan vilanya.

"Sebagian besar satu keluarga dari berbagai wilayah di Jabodetabek yang menyewa vila. Mereka memilih villa karena sudah jenuh di rumah selama PPKM diterapkan. Mereka lebih banyak menggelar kegiatan di dalam dan halaman villa, karena tempat wisata masih tutup," ucap Dedi.

Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Cianjur, Pratama Nugraha berujar bahwapihaknya akan melibatkan berbagai kalangan pelaku usaha jasa termasuk pengelola villa dan tempat wisata baru di tingkat desa untuk mendapat pelatihan dan bantuan lainnya, sebagai upaya pemulihan ekonomi.

"Kita akan memberikan pelatihan tentang berbagai cara agar pengelola tempat wisata, desa wisata hingga pengelola villa mendapatkan tamu yang betah berlama-lama di Cianjur. Termasuk warga sekitar yang ramah terhadap tamu yang akan menghabiskan uang di Cianjur, termasuk penataan dan keseragaman," kata Pratama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini