Dear Traveler, Masuk Kebun Raya Cibodas Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Antara, Jurnalis · Kamis 26 Agustus 2021 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 406 2461320 dear-traveler-masuk-kebun-raya-cibodas-wajib-tunjukkan-kartu-vaksin-YSRYNMntwL.JPG Ilustrasi (Foto: Antara)

PENGELOLA tempat wisata di Cianjur, Jawa Barat, mewajibkan wisatawan yang datang untuk menunjukkan surat bukti telah memperoleh vaksin Covid-19 minimal dosis pertama, sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus corona.

General Manager Kebun Raya Cibodas, Marga Aggrianto mengatakan, pihaknya juga akan membatasi wisatawan yang masuk sesuai arahan yang ditetapkan pemerintah.

"Kami sudah beroperasi hari ini, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati Cianjur, terkait pembukaan tempat wisata dengan berbagai persyaratan termasuk wajib mengantongi surat bukti vaksinasi minimal dosis pertama," kata dia.

Pihaknya berharap pembukaan kembali tempat wisata, dapat memulihkan kembali roda perekonomian terutama bagi karyawan dan pelaku usaha di sekitar kebun raya yang sudah tidak berjualan selama dua bulan.

Baca juga: Akhir Tahun Rampung, Ini Sederet Fasilitas Wisata di Pantai Sayang Heulang Garut

"Kami berharap, penerapan PPKM terus diperlonggar seiring dengan penurunan kasus Covid-19, sehingga aktivitas warga di Cianjur, khususnya dan Indonesia pada umumnya dapat kembali normal," kata Marga.

Terkait kabar adanya penundaan izin pembukaan tempat wisata, pihaknya belum mendapat pemberitahuan lebih lanjut. Meski demikian, pihaknya akan mematuhi, jika operasional tempat wisata harus ditutup kembali karena PPKM Cianjur masih level 4.

Sementara itu, Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, pihaknya tidak mencabut SE terkait pembukaan tempat wisata.

Namun, ia memastikan adanya penundaan hingga data terbaru penanganan Covid-19 di Cianjur, masuk ke aplikasi NAR. Pihaknya berharap setelah adanya data terbaru, level PPKM Cianjur kembali ke 3 atau naik ke level 2.

"Kita tidak mencabut, tapi menunda penerapan SE tersebut karena sambil menunggu kabar terbaru dari pusat. Untuk sementara kami mengimbau pengelola tempat wisata untuk menunda pembukaan atau yang sudah buka, untuk tutup kembali sementara," ucap Herman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini