Menko Luhut: Semua Tempat Wisata Harus Dilengkapi Aplikasi PeduliLindungi

Antara, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 406 2461656 menko-luhut-semua-tempat-wisata-harus-dilengkapi-aplikasi-pedulilindungi-U4Xs1AnEnw.jpg Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Okezone)

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menghadiri Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Pelangi Sulawesi secara virtual, seraya meminta pemerintah daerah setempat untuk melengkapi tempat wisata di Sulawesi dengan aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: Turis Bakal Dapat Visa 5 Tahun, Luhut: Orang Asing Bisa Work from Bali Lebih Lama

"Saya minta semua tujuan wisata Pak Gubernur, harus disiapkan aplikasi PeduliLindungi, supaya kita tidak berwisata dengan orang yang terkena varian delta, yang akhirnya bisa menularkan semua orang," kata Luhut saat menghadiri peluncuran Gernas BBI Pelangi Sulawesi secara virtual, Kamis 26 Agustus 2021.

Selain itu, Luhut juga meminta agar terdapat rumah sakit kelas A di setiap lima destinasi wisata super prioritas, sehingga wisatawan dapat berwisata dengan nyaman.

Pada kesempatan tersebut, Menko Marves tak lupa mengingatkan bahwa penanganan COVID-19 saat ini bersifat terintegrasi, di mana seluruh data akan masuk ke aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: Mulai 28 Agustus, Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Perjalanan Semua Moda Transportasi

"Jadi, masuk wisata inipun nanti harus masuk dengan PeduliLindungi. Kenapa, tujuannya adalah kita ingin mendeteksi orang ini sudah vaksin atau belum. Kedua, apakah orang ini hasil tesnya positif atau tidak. Jadi ini sekaligus bisa melakukan tracing terhadap orang yang kena COVID-19 dan sebagainya," ujar Luhut.

Luhut juga menekankan bahwa penggunaan masker dan mencuci tangan harus menjadi budaya, karena keduanya menjadi salah satu kunci penanganan penyebaran COVID-19.

"Terus terang dari berbagai literatur yang kita lihat dan berbagai pendapat dari pakar-pakar baik dalam maupun luar negeri, kita blum tahu kapan COVID-19 ini akan berakhir," ungkap Luhut.

Ilustrasi

Pemerintah juga menargetkan 200 juta penduduk Indonesia harus divaksin hingga akhir tahun 2020, meskipun hal itu tidak mudah dan membutuhkan kerja sama semua pihak.

"Nah, ini saya pikir saya mohon teman-teman di Manado, Pak Gubernur, saya mohon ayo sama-sama mengurusinya. Nanti kita urus juga Gernas BBI. Karena Gernas BBI tidak akan jadi apa-apa kalau ini tidak bisa diurus. Jadi itu sangat terkait," pungkas Luhut. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini