Yuk Berendam Air Panas di Cisewu Garut, Pemandangan Alamnya Bikin Baper

Antara, Jurnalis · Kamis 26 Agustus 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 408 2461297 yuk-berendam-air-panas-di-cisewu-garut-pemandangan-alamnya-bikin-baper-e1pkuYQ8CQ.JPG Keindahan panorama alam Garut, Jawa Barat (Foto: Instagram/@riswan_sundanis)

WAKIL Bupati Garut, Helmi Budiman menyatakan tertarik mengembangkan objek wisata alam yang memiliki keunikan berupa sumber mata air panas di Kampung Cipanas, Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu, wilayah selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Wisata itu kata dia sangat menjanjikan karena sangat lengkap.

"Ini luar biasa, ini sangat lengkap di sini, mulai dari pemandangan yang sangat indah dengan hamparan sawah di pinggir hutan, kemudian juga ada air panas di sini, bisa mandi air panas, bisa melihat curug (air terjun), kemudian juga bisa berenang di sungai," ujar Helmi saat meninjau destinasi wisata di Kampung Cipanas, Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu.

Destinasi wisata yang berada di pelosok Garut itu belum cukup terkenal, dan masih sepi wisatawan. Padahal daya tariknya sangat komplit dan potensial menjadi wisata unggulan di Garut.

Baca juga: Tempat Wisata di Garut Boleh Buka Asal Patuhi Syarat Ini

Objek wisata alam di daerah ini cukup lengkap dan bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi pengunjungnya, serta terdapat wisata edukasi tentang alam bagi wisatawan keluarga.

"Lengkap wisata di sini, kemudian dikelilingi oleh tebing, cocok untuk terapi menghilangkan kepenatan, menghilangkan stres, dan di sini cocok juga untuk wisata edukasi keluarga," katanya.

Sayangnya, wisata ini tidak memiliki akses jalan yang baik. Kendaraan roda empat belum bisa menuju kawasan wisata Cisewu.

Akses jalan menuju lokasi wisata itu, kata dia, tidak terlalu jauh dari jalan raya Bandung-Garut lintas Cisewu yakni sekitar 2 kilometer, adapun kendaraan yang bisa melewati jalan tersebut disarankan bagi kendaraan offroad.

"Jalan ini baru jalan bukaan, jadi saya lihat belum ada, belum bisa diakses oleh mobil, kecuali offroad atau motor," sebut Helmi.

Permasalahan akses menuju wisata itu, lanjut Helmi, akan menjadi perhatian untuk dicari solusinya agar ada jalan alternatif sehingga tempat wisata alam itu lebih mudah ditempuh sehingga menyedot banyak wisatawan.

"Ini sedang kita diskusikan dengan desa, karena ini terlalu curam jalannya yang sekarang, lagi dicari jalan alternatif yang landai, sehingga bisa dikunjungi oleh wisatawan, terutama wisatawan family, keluarga," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini