Yvonne Pope Sintes, Mantan Pramugari yang Jadi Pilot Wanita Pertama di Inggris

Gracella Kezia, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 406 2461891 yvonne-pope-sintes-mantan-pramugari-yang-jadi-pilot-wanita-pertama-di-inggris-851kd7czMY.JPG Yvonne Pope Sintes, pilot wanita pertama di Inggris (Foto: Getty Images)

SETENGAH abad silam penonton program Nationwide BBC menyaksikan De Havilland Comet lepas landas dari Bandara Gatwick dan mengudara anggun ke langit Sussex, dalam perjalanan menuju Tenerife. Soundtrack dimulai dari dek penerbangan. "Bersiaplah," kata kapten.

Beberapa saat kemudian terdengar suara; “Selamat pagi bapak dan ibu. Ini Pilot Sintes yang berbicara. Kita sekarang terbang di ketinggian 33.000 kaki dengan kecepatan 500 mph,” kata seorang wanita.

Kemudian reporter mulai berbicara; “Ya, kamu sudah menebaknya. Yvonne Pope Sintes yang berusia empat puluh satu tahun adalah seorang pilot jet wanita,” kata sang reporter.

Betapapun banyaknya laporan yang membuat Anda ngeri, apapun alasannya tak menampik jika seorang wanita nyatanya dapat menerbangkan pesawat yang lazimnya dilakukan kaum pria. Korelasi pekerjaan dan status gender sama sekali tidak berlaku bagi Yvonne Sintes.

Sintes dibesarkan dekat Bandara Croydon di London Selatan. Kondisi itu yang membuatnya tertarik untuk belajar seputar dunia penerbangan. Namun meski dia memenuhi syarat sebagai pilot swasta pada tahun 1953, butuh waktu bertahun-tahun sebelum dia akhirnya diterima.

Baca juga: Kakak dan Adik Berpapasan di Udara, Suka Duka 2 Saudara Jadi Pilot

Yvonne Pope Sintes

(Yvonne Pope Sintes, Foto: Getty Images)

Ia awalnya merintis karier sebagai pramugari, kemudian menjadi instruktur terbang, dan menjadi pengontrol lalu lintas udara (ATC) wanita pertama di Negeri Ratu Elizabeth.

Yvonne Sintes kemudian melamar ke perusahaan British European Airways, sekarang bagian dari BA, tetapi diberitahu bahwa mereka tidak akan menerima pilot wanita.

Dan-Air, sebuah perusahaan komersial yang berfokus pada perekrutan orang-orang terbaik tanpa memandang jenis kelamin, menerima dan melatihnya di Comet – pada saat itu merupakan penerbangan standar untuk wisatawan Inggris ke Mediterania dan Kepulauan Canary.

“Yang lebih menyenangkan adalah saya menerbangkan pesawat yang mereka katakan tidak mungkin melatih saya,” katanya, sebagaimana dikutip dari Independent.

Dalam program tersebut, reporter menuju ke kabin untuk berbicara dengan penumpang. "Apa pendapatmu tentang diterbangkan oleh seorang pilot wanita?" mereka ditanya.

Tanggapan pertama (dari seorang wanita) mengejutkan: “Ya, saya sangat terkejut. Dalam banyak hal saya lebih suka itu laki-laki, tapi saya pikir dia melakukan pekerjaan dengan baik," jawab seorang penumpang.

Tahun berikutnya Sintes dipromosikan menjadi kapten, dan menerbangkan pesawat BAC One-Eleven. Kapten Sintes lama malang melintang di dunia penerbangan. Ia meninggal dunia di usia lebih dari 90 tahun.

Baca juga: Pilot Wanita Ini Jawab Pertanyaan Netizen, dari Soal Kencan hingga Uang

Kepala Eksekutif Loganair, Jonathan Hinkles mengatakan; “Dengan perwira pertama Marilyn Marsh-Booth, dia juga memimpin awak udara wanita pertama di Inggris. Syukurlah kami telah menempuh perjalanan panjang sebagai industri sejak saat itu, dengan panutan seperti Yvonne (Sintes) untuk membantu, namun jalan masih panjang,” tuturnya.

Loganair adalah maskapai penerbangan Inggris yang menurut laporan terbaru, memiliki persentase tertinggi atas pilot wanita. Sebanyak 13 persen pilot maskapai tersebut berasal dari kaum hawa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini