Minahasa Utara Gali Potensi Wisata Minat Khusus Bahari, SDM Jadi Masalah Klasik

Subhan Sabu, Jurnalis · Sabtu 28 Agustus 2021 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 28 406 2462488 minahasa-utara-gali-potensi-wisata-minat-khusus-bahari-sdm-jadi-masalah-klasik-GudDHUenJ9.JPG Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda/Kanan (Foto: MNC Portal/Subhan Sabu)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut) mengidentifikasi potensi wisata minat khusus bahari yang diharapkan mampu menunjang Destinasi Super Prioritas Likupang.

"Kami mengumpulkan semua pemangku kepentingan pelaku wisata untuk sama-sama mengidentifikasi potensi wisata minat khusus bahari yang ada di Minut dalam mendukung program pemerintah pusat," ujar Bupati Minut, Joune Ganda dalam kegiatan Focus Group Discussion, 'Identifikasi Potensi Wisata Minat Khusus Bahari'.

Menurutnya, dunia pariwisata di masa pandemi Covid-19 mendapat dampak cukup hebat namun harus tetap optimis dalam melakukan kegiatan pengembangan semua sektor termasuk pariwisata.

"Sehingga kegiatan FGD ini dirasa sangatlah penting, karena membahas mengenai beberapa hal yang dapat menunjang Daerah Super Prioritas Likupang di Minahasa Utara," sebutnya.

Pihaknya juga optimistis ke depan industri pariwisata akan menjadi tumpuan bagi perkembangan ekonomi di wilayah itu.

Baca juga: Ingin Dikenal Wisatawan, Ini Strategi Likupang Kembangkan Pariwisata

"Kami mengikuti Trisakti Tourism Award yang diikuti lebih dari 40 daerah di Indonesia dan kita mendapatkan tiga award. Satu-satunya kabupaten di Indonesia yang mendapatkan tiga award, itu menunjukkan komitmen kami Pemkab Minahasa Utara dalam industri pariwisata," ujarnya.

Sementara, Ketua Umum Masyarakat Sadar Wisata (Masata), Panca Rudolf Sarungu mengatakan, identifikasi potensi wisata minat khusus bahari di Minahasa Utara bertujuan menemukan masukan dari para industri pariwisata yang ada.

"Bahkan ada yang menarik yang tidak terpikirkan, misalnya bagaimana sebuah destinasi harus memikirkan wise management dan juga bagaimana ke depan pariwisata yang berkelanjutan," ujar Panca.

Menurut dia, perlu dipikirkan bersama-sama jangan sampai jumlah wisatawan yang datang saat membeludak tidak diimbangi dengan kemampuan atau kapasitas daerah tersebut.

"Ini pernah terjadi di daerah-daerah seperti Maldives dan lain-lainnya, tetapi itu akhirnya bisa diantisipasi," katanya.

Tak dipungkiri, sumber daya manusia atau SDM masih menjadi masalah besar bagi sebagian besar destinasi wisata di Indonesia. Ia berharap masalah SDM ini dapat diantisipasi Pemkab Minahasa Utara dan Pemprov Sulut.

"Karena memang sudah ada rencana akan dibuka sekolah tinggi pariwisata negeri oleh Kemenparekraf seperti yang ada di Palembang. Bayangkan sebuah daerah seperti Palembang saja punya Politeknik Pariwisata dari pemerintah," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini