Maskapai Ini Denda Karyawan Rp2,8 Juta per Bulan jika Belum Divaksin Covid-19

Firziana Zahra, Jurnalis · Minggu 29 Agustus 2021 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 29 406 2462768 maskapai-ini-denda-karyawan-rp2-8-juta-per-bulan-jika-belum-divaksin-covid-19-EBQrFNlOi1.JPG Ilustrasi (Foto: Reuters)

MASAKAPAI penerbangan Delta Air Lines memberlakukan denda bulanan senilai Rp2.864.630 kepada karyawan mereka yang kedapatan belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Maskapai terbesar ketiga di Amerika Serikat itu mengenakan biaya tambahan sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19.

Bos Delta, Ed Bastian mengatakan, langkah itu akan membantu membendung penularan agresif virus corona ketika infeksi meningkat di seluruh wilayah Amerika.

"Ini adalah upaya terbaru oleh perusahaan besar untuk membujuk staf agar mau disuntik," katanya, melansir BBC.

Bastian berujar bahwa biaya tambahan Delta akan berlaku mulai 1 November 2021 untuk staf yang terdaftar dalam rencana asuransi kesehatannya, yang berarti sebagian besar dari 75.000 pekerjanya akan terpengaruh.

Baca juga: Akibat Penumpang nakal, Penerbangan Delta Dialihkan

Menurutnya, rata-rata rawat inap di rumah sakit untuk Covid-19 saat ini menelan biaya cukup besar untuk per orangnya.

"Biaya tambahan ini akan diperlukan untuk mengatasi risiko keuangan akibat keputusan untuk tidak memvaksinasi bagi perusahaan kami," tuturnya.

"Dalam beberapa pekan terakhir sejak munculnya varian B.1.617.2, semua karyawan Delta yang dirawat di rumah sakit karena Covid tidak divaksinasi sepenuhnya," sambung Bastian.

Mulai 30 September, staf Delta yang tidak divaksinasi juga harus mengikuti tes Covid setiap pekan dan mengenakan masker di semua pengaturan Delta dalam ruangan. Saat ini, semua staf maskapai penerbangan AS harus mengenakan masker di pesawat tetapi tidak berlaku di kantor perusahaan.

Perusahaan-perusahaan AS sedang mencoba berbagai pendekatan untuk mendorong staf agar divaksinasi ketika varian Delta menyerang negara itu. Beberapa perusahaan, seperti United Airlines, Goldman Sachs dan raksasa teknologi Microsoft dan Google, telah memberi tahu staf bahwa mereka harus benar-benar siap untuk mulai bekerja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini