Sandiaga Uno Bilang World Superbike 2021 Bisa Digelar di Mandalika, Asal....

Antara, Jurnalis · Minggu 29 Agustus 2021 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 29 406 2462854 sandiaga-uno-bilang-world-superbike-2021-bisa-digelar-di-mandalika-asal-eJ2gDtEFyw.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebut gelaran World Superbike di Mandalika dapat terselenggara jika saja prakondisi Covid-19 dapat terpenuhi. Bukan mustahil ajang internasional itu bisa terlaksana di Indonesia bila Covid-19 bisa dikendalikan.

“Seperti situasi pandemi terkendali, akselerasi program vaksinasi termasuk bagi pekerja parekraf (parawisata dan ekonomi kreatif) dan keluarganya di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Lombok Tengah,” kata Sandiaga dalam keterangan persnya.

Selain itu, lanjut Sandi, ketersediaan rumah sakit harus tercukupi, sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) end-to-end terpenuhi, hingga kesiapan industri.

Menurutnya, reaktivasi sektor parekraf melalui konsep travel corridor arrangement (TCA) terus disiapkan.

Selain Bali, Batam, dan Bintan yang menjadi pilot project dalam penerapan TCA, ajang World Superbike yang rencananya digelar di Mandalika pada 12-14 November 2021 juga diproyeksikan akan menjadi uji coba dalam penerapan TCA, karena kegiatan tersebut mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai negara.

Baca juga: Destinasi Wisata di Sumbar Kurang Melokal, Ini Kata Sandiaga Uno

World Superbike

(Foto: Instagram/@worldsbk)

“Ini kita persiapkan secara totalitas baik dari sisi industri maupun regulasinya. Jika prakondisinya bisa terpenuhi, ini akan menjadi salah satu ajang yang kita uji cobakan,” ungkap Sandi dalam Forum Brainstorming Kepala Perwakilan RI se-Asia Tenggara.

Dirinya mendorong para pelaku parekraf di Mandalika dan destinasi super prioritas lainnya dapat menyiapkan ciri khas kearifan lokal yang terdapat di daerahnya masing-masing.

Sementara, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kurleni Ukar menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam penerapan TCA, terutama dengan Satgas COVID-19, mengingat situasi pandemi yang sangat dinamis.

Koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk menentukan negara mana saja yang low risk, sehingga nantinya bisa masuk ke Indonesia.

Termasuk penyiapan aturan dan kebijakan disiapkan berdasarkan traveler journey, yakni sebelum keberangkatan, selama berwisata, hingga kembali ke negara asal.

“Kita juga akan melakukan uji coba mulai dari charter flight beberapa negara. Semua fasilitas kesehatan dan asuransi juga akan kami siapkan,” ucap Kurleni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini