Merasakan Sensasi Staycation di Jakarta saat PPKM Level 3

Antara, Jurnalis · Senin 30 Agustus 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 406 2463065 merasakan-sensasi-staycation-di-jakarta-saat-ppkm-level-3-fIS3fISDdi.JPG Ilustrasi (Foto: MNC Travel)

Hand sanitizer juga tersedia di meja-meja. Ada juga hotel yang menugaskan staf khusus yang akan menyendokkan menu untuk tamu, jadi tidak ada orang lain yang memegang peralatan makan di area prasmanan kecuali pegawai hotel.

Khusus untuk periode ini, sarapan diantar ke kamar masing-masing. Menunya bisa diakses lewat QR code yang ada di kamar. Pilih saja menu yang diinginkan. Pesanan disampaikan lewat telepon pada malam sebelumnya, lengkap dengan jam berapa hidangan akan diantarkan.

15 menit sebelum jam yang telah ditentukan, bel kamar berbunyi pertanda sarapan sudah diletakkan di depan kamar. Nampan penuh dengan piring dan gelas yang ditutupi dengan plastik untuk menjaga kebersihan makanan dan minuman.

Sebagai ganti pemandangan pagi hari dari restoran, sarapan bisa disantap sambil memandangi Kota Jakarta dari jendela kamar yang lebar. Orang yang lebih suka bersantai di kamar atau "mager" untuk turun ke restoran mungkin lebih menyukai sarapan dengan cara ini.

Baca juga: 5 Hotel Murah di Jakarta Barat, Bisa Buat Staycation

Staycation

(Foto: Antara)

Pada umumnya, staycation ketika PPKM ditentukan di level 3 tidak terlalu berbeda dengan sebelumnya. Hanya saja ada penyesuaian agar tidak tercipta kerumunan dan risiko penyebaran virus pun semakin kecil. Ini bukan isu besar bila Anda tidak mewajibkan agenda makan di restoran dalam rencana staycation.

Jika Anda berniat untuk staycation untuk mengusir jenuh, jangan lupa selalu menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker medis yang dilapisi masker kain, rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah memegang sesuatu, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengajak pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat bersiap menyambut serangan pariwisata (revenge tourism) ketika nantinya level PPKM dilonggarkan atau diturunkan seiring tren melandainya kasus Covid-19 yang ada.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini