Jawa Barat Antisipasi "Serangan" Pariwisata Pasca-Pelonggaran PPKM

Antara, Jurnalis · Senin 30 Agustus 2021 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 406 2463111 jawa-barat-antisipasi-serangan-pariwisata-pasca-pelonggaran-ppkm-7HTOyiAyen.JPG Pengunjung kawasan wisata Situ Cileunca, Pangalengan, Jawa Barat (Foto: Instagram/@campingsitucileunca)

DINAS Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat (Disparbud Jabar) mengantisipasi serangan pariwisata (revenge tourism) ketika level PPKM dilonggarkan, terlebih berdasarkan Inmendagri, ada empat daerah di Jawa Barat yang masuk kategori kedaruratan level 2.

Keempat daerah tersebut adalah Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang dan Kabupaten Garut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar, Dedi Taufik meminta masyarakat tetap waspada karena pandemi Covid-19 belum usai.

Baca juga: Jalur Wisata Puncak Akan Diberlakukan Ganjil Genap demi Urai Kemacetan

Dedi berharap masyarakat tetap berhati-hati dan waspada, jangan sampai lengah dengan berbagai relaksasi yang sudah mulai diberikan pemerintah.

"Kekhawatiran dari Pak Sandiaga Uno itu kami pahami, karena memang Covid-19 itu menyebar dari kerumunan. Pak Gubernur juga terus mengimbau pentingnya protokol kesehatan. Kami terus lakukan koordinasi dengan pengelola dan disparbud tingkat kabupaten kota agar potensi lonjakan kasus bisa dicegah," terangnya.

Selain itu, pihaknya terus menggenjot peningkatan kepemilikan sertifikat CHSE di destinasi wisata, hotel, dan restoran dan sertifikasi itu juga akan berintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

"Sektor kesehatan dan ekonomi sedang dalam pembenahan. Semua ini butuh proses dan kerjasama semua pihak. Upaya vaksinasi juga terus kami lakukan, termasuk untuk para pelaku pariwisata," kata Dedi.

Sebelumnya, berdasarkan Inmendagri ada empat daerah di Jawa Barat yang masuk kategori kedaruratan level 2, daerah tersebut adalah Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang dan Kabupaten Garut.

Artinya, destinasi wisata yang berada di wilayah itu sudah boleh beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Jadi yang penting pengelola membatasi diri, mengecek, kepala daerah mengawasi bertanggung jawab terhadap pembukaan wisata dengan perlahan. Intinya jangan euforia, dikit-dikit aja," kata Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil, melalui konferensi pers virtual pekan lalu.

Sedangkan wilayah yang masih berada di level 3 dan 4 bisa menahan diri untuk tidak membuka tempat wisata. Namun, beberapa industri penunjang industri pariwisata seperti hotel dan restoran sudah diberikan relaksasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini