Kasus Covid-19 Landai, Hotel di Kudus Mulai Menggeliat

Antara, Jurnalis · Senin 30 Agustus 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 406 2463126 kasus-covid-19-landai-hotel-di-kudus-mulai-menggeliat-RPwuHVh59u.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TINGKAT hunian kamar hotel di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dilaporkan mengalami kenaikan selama sepekan terakhir dari awalnya hanya berkisar 15 persen menjadi sekitar 60 persen, menyusul penurunan kasus Covid-19.

"Kenaikan hunian hotel berlangsung sejak Kudus mengalami penurunan level penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari level empat menjadi level tiga dan kini turun lagi menjadi level 2," ungkap Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kudus, Tri Suyitno.

Hal tersebut, kata dia, mendorong masyarakat dari berbagai daerah mulai berani berkunjung ke Kudus untuk berbagai kepentingan, mulai dari kepentingan bisnis hingga wisata sehingga tingkat hunian kamar hotel di Kudus pun saat ini merangkak naik secara bervariasi.

Terlebih lagi sejak Kudus menerapkan PPKM level 2 semua objek wisata diperbolehkan buka dengan protokol kesehatan ketat, sehingga nantinya juga akan berdampak pada hunian hotel.

Baca juga: Liburan ke Kudus, Wisatawan Wajib Punya Sertifikat Vaksin COVID-19!

Infografis Hotel Luar Angkasa

Ia berharap tingkat vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kudus juga semakin meningkat agar secepatnya bisa tercapai herd immunity (kekebalan kelompok) sehingga bisa menjadi ajang promosi masyarakat luar daerah bahwa Kudus aman dari kemungkinan penularan virus corona.

Penerapan efisiensi pengelolaan hotel, katanya, masih diberlakukan karena kondisinya saat ini baru pulih 30-an persen, karena tingkat hunian di hotel yang dikelola juga belum mencapai angka 50 persen.

Sales Marketing Manager Hotel @Hom Kudus by Horison, Tika Encim mengakui sejak sepekan terakhir tingkat hunian hotel memang melonjak menjadi 60 persen.

Hal itu, kata dia, tidak terlepas dari penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus yang saat ini tingkat temuan kasusnya semakin menurun, sehingga Kudus pun melaksanakan PPKM level dua.

Kendati semua tempat wisata sudah dibuka, kata dia, mayoritas tamu yang menginap saat ini merupakan tamu bisnis yang memang memiliki kepentingan bisnis di Kabupaten Kudus.

Promosi pun mulai digencarkan dengan sasaran instansi pemerintah yang biasanya memiliki agenda kegiatan yang membutuhkan ruangan berukuran luas.

Bila tingkat hunian kamar mulai meningkat, tidak demikian dengan restoran yang masih belum pulih secara signifikan. Sebab, kelonggaran aturan juga belum lama berlaku. Meski ada kelonggaran, penerapan protokol kesehatan mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan tetap diberlakukan untuk semua tamu, termasuk pengunjung restoran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini