7 Alasan Tete Batu NTB Layak Menangkan Anugerah Desa Wisata Terbaik Dunia

Antara, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 406 2463642 7-alasan-tete-batu-ntb-layak-menangkan-anugerah-desa-wisata-terbaik-dunia-Sd0YLC6k8X.JPG Desa Wisata Tete Batu (Foto: Instagram/@enconcept)

Perbedaan yang paling dominan adalah keberadaan seni dan kultur masyarakat setempat. Namun dalam konteks subtansi tradisi pedesaan dan alam memiliki karakteristik yang sama. Sejak kedatangan dr Soedjono di Tete Batu pada tahun 1920, Tete Batu telah menjadi rumah bagi pengunjung dari seluruh dunia di Lombok yang difasilitasi Soedjono.

"Berawal dari aktivitas pengunjung Tete Batu yang menjadi cikal bakal desa Tete Batu diperhatikan dan memotivasi perkembangan desa wisata lainnya di kawasan timur Indonesia sebagai daerah exsplorasi lanjutan," terang Sandi.

Selain itu, Tete Batu memiliki Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD Pariwisata). Menariknya, Tete Batu memiliki PAUD Pariwisata (taman kanak-kanak) di mana seluruh rangkaian kegiatan mengenalkan lingkungan, budaya, dan toleransi telah diperkenalkan sejak dini. Kegiatan ini jarang dilakukan oleh kebanyakan desa wisata pedalaman lainnya.

Lingkungan ini kemudian membentuk kepribadian anak-anak yang inklusif terhadap kemajuan pariwisata secara universal. Hal ini juga sering sebagai lokus pemahaman lintas budaya (cross culture understanding). Keterlibatan baik pengunjung maupun anak-anak dari keluarga pengunjung internasional seringkali memilih tempat ini untuk menitipkan anak-anaknya untuk belajar aktivitas sehari-hari dan menjadi lingkungan bermain bersama.

Baca juga: Sambangi Desa Wisata Saribu Gonjong, Sandiaga Soroti Masalah Infrastruktur dan Internet

Infografis Geopark Indonesia

"Tinjauan ini setidaknya Tetebatu yang berada pada desa pedalaman, telah menyematkan destinasi ramah anak dan keluarga sehingga memberikan rasa aman dan nyaman pada pengunjung internasional," jelasnya.

Kemudian, ketujuh, kehidupan lokal yang harmonis (lingkungan, economy, social-culture). Suasana desa yang damai sangat ideal bagi pengunjung yang ingin beristirahat dan bersantai mencari ketenangan. Sungai yang terbentuk di kaki Gunung Rinjani memberikan energi positif bagi pikiran dan motivasi hidup serta melakukan aktivitas selanjutnya.

Hal ini didukung pula oleh keseimbangan kearifan lokal. Kesetaraan gender, rantai penggerak ekonomi lokal, sosial budaya, dan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

"Potensi inilah yang kemudian dibentuk menjadi wisata berbasis masyarakat Tete Batu untuk merasakan pengalaman hidup di pedesaan bersama penduduk lokal Tetebatu dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata NTB, Ahlul Wakti, mengatakan, setelah resmi diusulkan ikut lomba desa wisata tingkat dunia, Tete Batu akan dibenahi dengan memperkuat inovasi.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini