UNESCO Peringatkan Taliban Tidak Sembarangan Merusak Situs Bersejarah di Afghanistan

Aliefa Khaerunnisa Salsabila, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 406 2463657 unesco-peringatkan-taliban-tidak-sembarangan-merusak-situs-bersejarah-di-afghanistan-JzIPG1wJQ5.JPG Patung Buddha di Lembah Bamiyan, Afghanistan yang dihancurkan Taliban (Foto: Instagram/@malamuseum)

PASUKAN Taliban resmi mengambil alih kekuasaan atas Afghanistan. Kondisi itu membuat sebagian masyarakat dirundung ketakutan akan kembalinya keganasan rezim Taliban di masa lalu.

Selama beberapa pekan terakhir, Taliban menguasai tempat-tempat penting di negara itu tanpa perlawanan berarti. Keberadaan Taliban juga diyakini menjadi ancaman bagi situs bersejarah di Afghanistan.

UNESCO, sebuah badan yang dikelola PBB menyerukan pelestarian kekayaan budaya Afghanistan di tengah pengambilalihan rezim Taliban.

Organisasi tersebut menyerukan tindakan pencegahan untuk melindungi artefak bersejarah di kawasan itu dari kerusakan dan penjarahan, menurut sebuah pernyataan yang dirilis belum lama ini.

Baca juga: 6 Situs Wisata Bersejarah di Afghanistan, Ada yang Rusak Akibat Perang

Para ahli telah menyuarakan keprihatinan tentang pelestarian warisan budaya Afghanistan, mengingat apa yang telah terjadi ketika Taliban telah mengambil alih kekuasaan sebelumnya.

Pada tahun 2001, pasukan Taliban menghancurkan Bamiyan Buddha, dua patung abad ke-6 yang monumental yang diukir di tebing di Lembah Bamiyan di dataran tinggi tengah Afghanistan. Seorang kurator museum yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Art Newspaper pekan ini bahwa mungkin ada lebih banyak kerusakan pada situs budaya Afghanistan kali ini.

Selama beberapa minggu terakhir, Taliban telah menguasai tempat-tempat penting di seluruh negeri, termasuk Lashkar Gah dan Tirin Kot, menyusul penarikan fase terakhir pasukan militer AS yang dimulai pada 1 Mei. Di Kota Kabul, eksodus massal warga sipil Afghanistan masih terjadi untuk mencari suaka.

Pernyataan UNESCO mengatakan bahwa situs budaya Afghanistan adalah bagian dari sejarah negara yang beragam dan integral dengan identitas nasionalnya.

“Setiap kerusakan atau kehilangan warisan budaya hanya akan memiliki konsekuensi buruk pada prospek perdamaian abadi dan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Afghanistan,” bunyi pernyataan itu.

Pada 15 Agustus, Museum Nasional di Kabul mengangkat kekhawatiran tentang ancaman penjarahan. “Kota Kabul telah menyaksikan kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kelanjutan dari situasi kacau ini menyebabkan kekhawatiran besar tentang keamanan artefak dan barang-barang museum,” kata pengelola museum dalam sebuah pernyataan yang diposting ke media sosial.

Baca juga: Detik-Detik Warga Afghanistan Jatuh dari Pesawat saat Kabur di Bandara Kabul

Menyusul penghancuran patung-patung Bamiyan oleh Taliban dua dekade lalu, UNESCO menetapkan program dengan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan pada tahun 2004 untuk melindungi situs-situs di provinsi Logar dan Kapisa dekat Kabul.

Afghanistan juga merupakan rumah bagi satu situs warisan dunia yang diawasi oleh UNESCO, yakni menara dan peninggalan arkeologi jam di provinsi barat Ghor. Pada Mei 2019, pasukan Taliban menguasai pos pemeriksaan di dekat situs abad ke-12, menghalangi akses ke lapangan dan menewaskan 18 personel keamanan Afghanistan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini