Berdiri di Tengah Jalan, Pria Ini Jadi Biang Kemacetan Selama 7 Tahun

Firziana Zahra, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 406 2463702 berdiri-di-tengah-jalan-pria-ini-jadi-biang-kemacetan-selama-7-tahun-pqr8nKlKxU.JPG David Hampson, pemicu kemacetan selama 7 tahun di Inggris (Foto: Metro.co.uk)

SEORANG pria di Inggris yang dijuluki 'Silent Man' telah menyebabkan banyak kemacetan lalu lintas di kota asalnya, Swansea. Tak tanggung-tanggung, kemacetan itu terjadi selama tujuh tahun terakhir lantaran ia kerap berdiri di tengah lalu lintas padat.

Pria itu tidak pernah mengungkap alasan mengapa ia melakukan tindakan itu. Tak ada yang tahu mengapa dia melakukannya.

Sejak 2014, David Hampson berkali-kali menghalangi lalu lintas dengan berdiri di tengah jalan, di tempat yang sama persis. Pria 51 tahun itu harus berurusan dengan polisi akibat ulahnya. Namun, nampaknya ia sama sekali tidak peduli dengan tuduhan tersebut.

Pada tahun 2018, Hampson dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena nekat memblokir jalan di tempat yang sama persis, tepat di luar kantor polisi pusat Swansea. Seperti biasanya, Hampson menolak memberikan penjelasan apapun kepada polisi.

Baca juga: Inggris Larang Masuk Wisatawan dari 11 Negara Ini

Hal yang sama terjadi lagi saat dirinya memutuskan memblokir jalan pada Desember 2020. Hampson pun saat ini dihadapkan oleh ancaman pidana.

Saksi, termasuk anggota polisi, baru-baru ini mengatakan kepada Pengadilan Swansea bahwa Hampson sebenarnya dapat berbicara.

Bahkan salah seorang menggambarkannya sebagai pria yang sangat sopan yang akan mengucapkan terima kasih setelah mendapatkan apa yang ia minta.

David Hampson telah dipenjara sembilan kali karena menyebabkan kemacetan lalu lintas berulang dengan ulahnya selama tujuh tahun terakhir. Sampai detik ini pria itu menolak mengungkap motif atas tindakannya.

"Entah Tuan Hampson akan menghabiskan sisa hidupnya di penjara atau sesuatu dilakukan untuk membantunya dengan apa yang jelas merupakan masalah yang mendalam," kata Hakim Paul Thomas dalam sidang baru-baru ini, seperti dikutip dari Oddity Central.

"Pengadilan ingin membantunya daripada menghukumnya, apakah dia bersedia membantu kita melakukannya, itu adalah masalah lain," sambung hakim.

Hakim memerintahkan psikiatri memeriksa Hampson, namun terdakwa menolak untuk berbicara dengan dokter sekalipun. Hakim juga meminta agar rekam medis Hampson diserahkan kepada dokter untuk diteliti dengan harapan menemukan jawaban atas motif perbuatannya.

Pada sidang belum lama ini, pengadilan mendengar bahwa David Hampson dapat berbicara. Hukuman pun sudah menantinya yang menurut jadwal akan dibacakan hakim pada Selasa (31/8/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini