Tega! Kura-Kura Kaki Gajah yang Terancam Punah Jadi Mainan Warga

Antara, Jurnalis · Rabu 01 September 2021 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 406 2464205 tega-kura-kura-kaki-gajah-yang-terancam-punah-jadi-mainan-warga-hBUDrtvZtf.JPG Hewan langka kura-kura kaki gajah berhasil diselamatkan (Foto: KSDA Agam)

PENGELOLA Loebas Wisata Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Uzi M Fikri menyerahkan satu ekor satwa langka dan dilindungi jenis kura-kura kaki gajah atau baning coklat (manouria emys) ke Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) setempat.

Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra mengatakan satwa tersebut ditemukan pelapor ketika melihat beberapa warga setempat membawa satwa itu.

"Uzi merasa kasihan ke satwa tersebut karena dijadikan mainan dan ia memintanya," kata Ade.

Satwa itu lanjut Ade, sempat dirawat beberapa hari dan dilaporkan ke KSDA mengingat satwa tersebut merupakan langka dan dilindungi undang-undang.

Mendapat laporan itu, petugas KSDA Agam langsung ke lokasi untuk melakukan identifikasi terhadap satwa reptil tersebut.

Baca juga: Punah 1 Abad, Kura-Kura Raksasa Ini Muncul Kembali

Berdasarkan hasil identifikasi diketahui jenis satwa itu kuru-kura kaki gajah atau baning coklat berkelamin jantan dengan ukuran cangkang/karapas 50 centimeter x 44 centimeter, berat mencapai 10 kilogram dan termasuk dalam jenis satwa dilindungi. Selanjutnya satwa dievakuasi petugas ke kantor Resor KSDA Agam untuk diobservasi.

"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pelapor yang telah peduli dan membantu dalam upaya penyelamatan jenis satwa langka dan dilindungi itu," paparnya.

Ade menambahkan, Resor KSDA Agam akan segera melepaskan kembali satwa langka dan dilindungi itu ke habitatnya di kawasan hutan Cagar Alam Maninjau.

Sebelumnya, pengelola Loebas Wisata juga menyerahkan tujuh ekor baniang coklat pada 2020. Satwa baning coklat terus mengalami penurunan jumlah populasi di alam, karena alasan itulah maka organisasi konservasi dunia atau IUCN semenjak 2000 menempatkan baning coklat ini ke dalam status Terancam Kepunahan (EN, Endangered).

Sedangkan di Indonesia dimasukkan ke dalam jenis satwa liar dilindungi sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor.P.106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi.

Baning coklat memiliki ciri khas kakinya besar-besar menyerupai kaki gajah, dengan jari-jari yang tidak tampak jelas. Kaki belakang berkuku lima dan kaki depan berkuku empat, berbentuk meruncing, sisik-sisik di kaki menebal serupa kuku serupa perisai.

Resor KSDA Agam berharap jika warga ada yang menemukan satwa liar agar segera menghubungi dan melaporkannya ke petugas KSDA setempat atau ke call center BKSDA Sumbar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini