Tragis! Koki Tewas Usai Penggal Kepala Ular Kobra, Begini Faktanya

Aliefa Khaerunnisa Salsabila, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 406 2465453 tragis-koki-tewas-usai-penggal-kepala-ular-kobra-begini-faktanya-ONXPJyaFyu.JPG Ular kobra memiliki kemampuan memuntahkan racun mematikan dari mulutnya (Foto: Instagram/@kingcobraconservancy)

PENG Fan asal Foshan, seorang koki di China bangga memiliki menu ular dan selalu bersemangat saat menyiapkan hidangan kuliner itu bagi pengunjung.

Setelah memenggal kepala ular tersebut, Fan membuat sup selama 20 menit. Ketika dia kembali mengambil kepala ular itu untuk dibuang, ular itu secara tiba-tiba mengeluarkan racun dari mulutnya.

Meski sup yang dibuat dengan daging ular kobra yang mematikan dianggap sebagai makanan lezat yang langka di China Selatan, namun jika dalam menyiapkannya keliru, maka dapat berakibat fatal bagi keselamatan nyawa seorang koki. Racun yang dilontarkan kobra jelas sangat mematikan.

Hal itulah yang dialami Peng Fan sehingga meregang nyawa, tak lama setelah menyajikan kuliner ekstrem tersebut.

Baca juga: Ngeri... Koki Tewas Diludahi Ular Kobra Setelah 20 Menit Memenggalnya

Seorang pengunjung restoran Lin Sun mengaku terkejut atas kehebohan yang terjadi di sana. Ia awalnya tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

"Kami sedang berada di restoran untuk makan karena ulang tahun istri saya, namun tiba-tiba ada banyak keributan. Kami tidak tahu apa yang terjadi tetapi kami dapat mendengar teriakan datang dari dapur," tuturnya, melansir Dailystar.

Nahas, saat bantuan medis tiba, nyawa koki malang itu gagal diselamatkan. "Setelah kami mendengar itu semua (koki meninggal dunia), kami tidak melanjutkan makan kami," ujar Lin.

Sementara, seorang juru bicara polisi mengungkap fakta lain terkait serangan ular berbisa di negara itu. Menurutnya, kejadian serupa pernah terjadi pada 2014 silam.

"Ini adalah kasus yang sangat tidak biasa tetapi tampaknya hanya kecelakaan. Tuan Fan memiliki reaksi yang sangat parah terhadap gigitan itu. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan pria itu. Hanya anti-racun yang bisa membantu tetapi pada kasus ini tidak diberikan tepat waktu," kata jubir polisi.

"Dia menyiapkan ular itu sendiri dan hanya sial. Itu kecelakaan yang tragis," imbuhnya.

Di sisi lain, pakar reptil menjelaskan, ular dan hewan reptil lainnya sejatinya masih dapat melakukan gerakan reaktif hingga satu jam setelah dibunuh.

Baca juga: Kisah Hamza Al Ghamdi, 'Manusia Ular' Sang Penakluk 500 Kobra

"Sangat mungkin kepala itu tetap hidup dan menggigit tangan Peng. Pada saat seekor ular kehilangan kepalanya, ular itu mati secara efektif karena fungsi dasar tubuh telah berhenti, tetapi masih ada beberapa tindakan refleksif," kata dia.

"Itu berarti ular masih (punya) kemampuan menggigit dan menyuntikkan racun bahkan setelah kepalanya dipenggal," timpalnya.

Fakta mengejutkan lain yakni ular kobra ternyata dapat memuntahkan racunnya hingga setinggi sembilan kaki. Ilmuwan membuktikan bahwa hewan menakutkan itu kerap mengincar mata korbannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini