Kawasan Puncak Padat saat PPKM Longgar, Polisi Awasi Wisata Kebun Teh

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 06 September 2021 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 406 2466807 kawasan-puncak-padat-saat-ppkm-longgar-polisi-awasi-wisata-kebun-teh-VBu2OMDxsQ.JPG Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat (Foto: Okezone.com)

PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sejumlah wilayah di level 4 kini diturunkan menjadi level 3 karena angka Covid-19 semakin menunjukkan tren penurunan.

Hal ini berpengaruh terhadap tempat wisata seperti kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat yang mulai dipadati oleh wisatawan.

Seperti dihimpun Okezone, kepadatan jalan raya menuju beberapa destinasi wisata di puncak ini terjadi sejak 11 Agustus 2021, atau bertepatan dengan Tahun Baru Islam.

Sehingga untuk mengatur lalu lintas agar tetap tertib, maka pihak kepolisian pun memberlakukan sistem one way dari Puncak menuju Jakarta.

Sementara itu, ribuan kendaraan diputar balik oleh petugas selama dua hari yaitu 4-5 September 2021 akhir pekan kemarin imbas uji coba ganjil genap menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Jumlah itu terdiri dari kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat.

Baca juga: Jalur Wisata Puncak Akan Diberlakukan Ganjil Genap demi Urai Kemacetan

"Dari hari Jumat, Sabtu ada sekitar 2.320 kendaraan putar balik tidak sesuai hari ganjil atau genap," kata Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho kepada wartawan di Simpang Gadog, Minggu, 5 September 2021.

Dari jumlah tersebut, terbanyak diputar balik oleh petugas pada Sabtu 4 September 2021 yakni sebanyak 1.711 kendaraan. Sedangkan, pada Jumat 3 September 2021 jumlahnya hanya 603 kendaraan.

Ia menambahkan, untuk hari ketiga uji coba ganjil genap ini terpantau cukup landai dibandikan dua hari sebelumnya. Hal itu dimungkinkan masyarakat sudah tersosialisasikan dengan baik terkait ganjil genap.

"Jadi artinya, masyarakat sudah tersosialisasikan dengan baik," terangnya.

Agus melanjutkan, pihaknya akan tetap memantau kawasan puncak, guna mencegah terjadinya kerumunan dan mencegah terjadinya peningkatan kembali kasus positif Covid-19.

Kemudian Agus berujar bahwa beberapa tempat wisata hingga saat ini belum dibuka kembali. Salah satunya adalah perkebunan teh, tak sedikit wisatawan yang mengunjungi tempat tersebut.

Oleh karenanya ia menggerakkan anggotanya untuk menjaga, dan menertibkan wisatawan agar tidak menimbulkan kerumunan.

"Karena tempat wisata belum buka, wisatawan banyak masuk ke area-area kebun teh," kata Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini