Jakarta, Medan dan Bali Dipromosikan Sebagai Destinasi Wisata Kesehatan

Antara, Jurnalis · Selasa 07 September 2021 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 406 2467122 jakarta-medan-dan-bali-dipromosikan-sebagai-destinasi-wisata-kesehatan-5ZpNcIPDsD.jpg Menparekraf Sandiaga Uno di Waterboom Bali (Antara)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan pihaknya akan mengembangkan program wisata kesehatan (medical tourism) serta wisata kebugaran dan herbal karena memiliki pangsa pasar yang besar.

Baca juga: Gaungkan Wisata Kesehatan, Sandiaga: Tetap Sehat agar Bisa Berwisata

“Wisatawan Nusantara hampir tiap tahun menghabiskan 11 miliar dolar AS lebih untuk berwisata kesehatan di luar negeri,” kata Sandiaga Uno pada jumpa pers mingguan di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara virtual, Jakarta, Senin.

Karena itu, kata dia, Jakarta, Medan, dan Bali akan dipromosikan sebagai tujuan wisata kesehatan pada tahap awal dan akan diperluas ke destinasi lainnya.

Kemenparekraf akan menggandeng berbagai instansi dari lintas kementerian lainnya maupun pihak swasta, seperti menggandeng Perkumpulan Dokter Wisata Indonesia, guna bekerja sama mendukung wisata kesehatan di Indonesia.

Baca juga: Menguak Potensi Wisata Kesehatan di Bali

Menurut Menparekraf, Indonesia sudah mulai menapak ke good quality sehingga dapat bersaing dengan rumah sakit di luar negeri.

“Misalnya di RS Eka Hospital untuk perawatan tulang belakang atau spine, memiliki alat kedokteran buatan Jerman yang merupakan satu-satunya di Asia Tenggara,” ujar Sandiaga Uno.

Lebih lanjut, Menparekraf memaparkan bahwa di tengah pandemi COVID-19 dan tantangan ekonomi agar ditingkatkan resiliensi dari industri kesehatan dalam negeri.

Salah satunya, kata dia, untuk mempromosikan wisata kesehatan yang diharapkan pada tahap awal fokus dengan wisatawan Nusantara dan di tahap berikutnya dapat dikembangkan kepada wisatawan mancanegara.

Ilustrasi

Teruntuk wisata kebugaran dan herbal, menurut dia, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi, khususnya di Bali.

“Bahkan sudah banyak wisatawan mancanegara yang sudah ke Bali untuk melakukan wisata berbasis kebugaran dan herbal tourism, terutama mengenai estetika dan kosmetika. Untuk itu SDM (Sumber Daya Manusia) harus ditingkatkan melalui reskilling dan upskilling untuk memberikan pelayanan berstandar lebih tinggi lagi,” ucap Menparekraf Sandiaga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini