3 Masjid Tertua Warisan Sejarah Islam di Bumi Zamrud Khatulistiwa

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 06 September 2021 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 408 2466724 3-masjid-tertua-warisan-sejarah-islam-di-bumi-zamrud-khatulistiwa-Th7r3stPKm.JPG Masjid Wapaue, Maluku Tengah (Foto: Instagram/@budhihs)

SEJAK abad ke-11 diperkirakan Islam mulai masuk Nusantara melalui jalur laut dari Jawa hingga Sumatera, seperti dikutip dari buku 'Jejak Islam di Nusantara' karya Adi Teruna Efendi, sejatinya Islam masuk ke Nusantara dengan cara damai.

Sejarah Islam di Nusantara pun meninggalkan jejak, yakni dengan adanya bangunan-bangunan masjid. Di mana saat ini masjid bersejarah yang dimaksud masih berdiri kokoh, dan sebagai tujuan destinasi wisata religi bagi para pelancong.

Nah, berikut ini tiga masjid di Indonesia yang kaya akan sejarah peradaban Islam ketika masuk ke Nusantara. Bisa Anda jadikan tujuan wisata religi, seperti dikutip dari berbagai sumber;

Masjid Saka Tunggal, Banyumas, Jawa Tengah (1288)

Pertama adalah Masjid Saka, lokasinya berada di Jawa Tengah, Desa Cikakak Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Keterangan atau sejarah lengkap mengenai berdirinya masjid tersebut, tertulis dalam buku-buku yang dibuat Kyai Mustolih yang juga pendiri masjid ini. Namun sayangnya buku ini sudah hilang.

Baca juga: 5 Masjid Unik di Indonesia, Bikin Wisatawan Terpesona

MAsjid Saka Tunggal, Banyumas

(Foto: Instagram/@instapurwokerto)

Disebut Saka Tunggal, karena awalnya tiang yang digunakan untuk membangun masjid ini memang hanya satu. Pilar tunggal ini kabarnya melambangkan bahwa hanya ada satu Tuhan yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Masjid Wapauwe, Maluku Tengah (1414)

Berlokasi di Kaitetu, Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Keberadaan Masjid Wapauwe merupakan bukti sejarah Islam di Maluku pada masa lampau. Menariknya, di masjid ini terdapat mushaf Alquran yang disebut termasuk tertua di Indonesia.

Masjid Wapauwe, Maluku Tengah

(Foto: Instagram/@budhihs)

Alquran yang dimaksud adalah Mushaf Imam Muhammad Arikulapessy, selesai ditulis tangan pada 1550 tanpa hiasan pinggir, dan Mushaf Nur Cahya yang selesai ditulis pada 1590 dan juga tidak diberi hiasan pinggirannya layaknya Alquran pada umumnya.

Masjid Tua Palopo, Sulawesi Selatan (1604)

Masjid Tua Palopo merupakan bagian dari peninggalaan Kerajaan Luwu di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Masjid ini didirikan pada 1604 oleh Datu Payung Luwu XVI Pati Pasaung Toampanangi Sultan Abdullah Matinroe yang merupakan Raja Luwu.

Masjid Tua Palopo

(Foto: Ist)

Masjid ini sangat unik, jadi satu-satunya di Indonesia atau bahkan di dunia yaitu terletak pada bentuk dan konstruksi dinding yang terbuat dari batu cadas dibentuk menjadi blok-blok segi empat, ketebalannya mencapai 0.92 centimeter, serta dapat dipastikan mendapat pengaruh arsitektur candi di Jawa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini