Sedang Karantina di Hotel, Amanda Saksikan Kepergian Sang Ayah Lewat Video Call

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Rabu 08 September 2021 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 406 2467949 sedang-karantina-di-hotel-amanda-saksikan-kepergian-sang-ayah-lewat-video-call-VFudc1ZWy5.JPG Ayah Amanda meninggal dunia disaksikan anaknya melalui video call (Foto: 7News)

SEORANG wanita terpaksa menyaksikan ayahnya mengembuskan naas terakhirnya melalui video call. Hal itu terjadi imbas larangan perjalanan kontroversial di Australia Selatan. Pemerintah membatasi akses wanita itu untuk bertemu dengan sang ayah untuk terakhir kali.

Malansir dari Channel 7, seorang wanita bernama Amanda yang tinggal di Kanada, mengecam SA Health karena tidak memberinya kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada ayahnya.

Amanda Bilopavlovic menghabiskan USD11.000 untuk tiket pesawat dari Kanada ke Sydney. Dia putus asa setelah mengetahui kondisi kritis sang ayah.

Ketika tiba pada 20 Agustus, dia langsung menjalani karantina selama dua pekan dan mendapat banyak panggilan ke SA Health.

Meski pesimis, Amanda tetap berharap para pejabat memberinya izin untuk menyeberangi perbatasan ke Australia Selatan.

Baca juga: Kelewat Seksi, Wanita Ini Diminta Turun dari Pesawat oleh Polisi

Amanda Bilopavlovic

Amanda Bilopavlovic (Foto: 7News)

“Saya diberitahu bahwa saya akan mendapat jawaban pasti dalam beberapa jam. Namun, saya juga diberitahu bahwa saya akan mendengarnya dalam empat hari. Semua orang memberi tahu saya informasi yang berbeda,” katanya kepada Channel 7.

Mengetahui kondisi ayahnya yang semakin memburuk, Amanda akhirnya terbang ke Adelaide Jumat lalu. Tetapi ia tertahan di Bandara Adelaide selama empat jam karena tidak membawa dokumen apapun. Kemudian wanita tersebut dibawa ke Pullman untuk isolasi di hotel selama 14 hari.

Baca juga: Pramugari Ungkap Rahasia Menginap di Hotel, Jangan Sembarangan Pakai Gelas!

“Perjalanan ini sama sekali tidak berbelas kasih,” keluhnya.

Kendati telah divaksinasi Covid-19, Amanda diberitahu bahwa dia tidak diberikan izin untuk melihat ayahnya yang sekarat, sampai dia menyelesaikan rangkaian tes Covid-19 lainnya. Tes dilakukan pada jam 15.00, namun pada jam 15.30 ayahnya sudah tiada.

"Saya berhasil terhubung ke video call dan ya saya melihatnya mengambil napas terakhirnya. Dia masih bernapas, tapi saya pikir dia sedang menunggu kabar dari saya. Itu saja," lirihnya.

"Aku hanya berdoa agar dia bisa bertahan," sambung Amanda.

Hasil tes Covid-19 Amanda kembali menunjukkan hasil negatif dua jam kemudian. Ia pun baru diizinkan untuk melihat jasad ayahnya secara singkat.

Baca juga: Ternyata Begini Cara Pramugari Alihkan Perhatian Penumpang saat Kentut

Dia akan menghabiskan 12 hari ke depan di kamar hotel, tempatnya menjalani karantina. Dalam wawancaranya bersama Channel 7, SA Health mengatakan; "Terjadinya penundaan dalam pemberian pengecualian perjalanan disebabkan oleh banyaknya permintaan," katanya.

"Kami rasa (Amanda) Bilopavlovic dan keluarganya sedang dalam masa sulit," imbuh SA Health dalam sebuah pernyataan.

Australia Selatan mencatat satu kasus Covid-19 baru pada Senin awal pekan ini. Seorang wanita berusia 20 tahunan dilaporkan tertular virus corona di luar negeri dan telah dibawa ke hotel untuk melakukan isolasi mandiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini