9 Kode Misterius Pramugari di Pesawat, Ada Tom Cruise hingga Peti Mati

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Kamis 09 September 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 406 2468345 9-kode-misterius-pramugari-di-pesawat-ada-tom-cruise-hingga-peti-mati-RjrexKX6dF.jpg Ilustrasi pramugari (Shutterstock)

MUNGKIN Anda pernah mendengar pramugari menggunakan istilah aneh ketika mereka berbincang. Istilah itu biasanya hanya dimengerti oleh sesama awak kabin.

Melansir dari Daily Mail, Kamis (9/9/2021), seorang dokter penerbangan asal Inggris membocorkan rahasia yang hanya diketahui oleh para pramugari di pesawat sebagai berikut :

'Apakah Tom Cruise ada di pesawat?'

Jika Anda mendengar pramugari menanyakan Tom Cruise di awal layanan makan, itu tidak ada hubungannya dengan bintang Hollywood.

Baca juga: Pramugari Bagikan Tips Menginap di Hotel, Hindari Pakai Barang-Barang Ini

Ini kode awak kabin untuk menentukan wadah di dalam troli yang berisi kopi dan teh.

Ilustrasi

Bintang Hollywood, Tom Cruise (Instagram)

Jika 'Tom Cruise ada’ maka kru mengikuti posisi T&C hari itu. Teh maksudnya adalah Tom, ada di wadah di sebelah kiri troli. Kopi/Coffee berarti Cruise, ada di wadah yang sama di sebelah kanan. Sederhana bukan?

'Apakah Anda ingin menyanyi atau menari?'

Tidak, kru tidak akan memulai pentas nyayi. Ini semua tentang demonstrasi keselamatan di awal penerbangan.

Beberapa kru ingin memegang mikrofon dan membacakan kalimat intruksi. Yang lain lebih suka berdiri di kabin melakukan aksi dengan sabuk pengaman dan jaket pelampung. Pilih peran memberi intruksi, Anda bernyanyi. Lakukan peragaan, Anda menari.

'Apakah kamu sudah menemukan Bob?'

Anda mungkin mendengar ini dalam penerbangan panjang, terutama ketika kru mungkin memiliki sedikit lebih banyak waktu untuk bersenang-senang.

Bob adalah penumpang yang tampan atau cantik di pesawat. Setiap anggota awak kabin mencari ‘Bob’ wanita tercantik atau pria keren yang paling mereka sukai.

Anda mungkin mendengar seorang pramugari berkata “Milik saya ada di jendela di 12A,” atau “Periksa milik saya dalam 33D.” Jika Anda beruntung, Bob tersebut bisa jadi Anda.

'Itu ABP saya'

Sejujurnya, Anda mungkin tidak ingin mendengar yang satu ini. ABP adalah kode awak kabin untuk orang fit secara fisik. Jika sebuah pesawat harus melakukan pendaratan darurat, awak menyediakan orang fisiknya mampu untuk membantu.

Baca juga: 4 Inspirasi Gaya Hijab Pramugari Cantik Miranda Wulandari, Kece Abis!

ABP mungkin diminta untuk menahan penumpang lain untuk beberapa saat sementara pintu terbuka dan slide darurat mengembang. Atau mereka mungkin diperlukan untuk membantu membuka pintu yang macet.

Pramugari dilatih untuk siap menghadapi segalanya dan ABP dapat membantu.

Saya pergi ke peti mati

Awak selalu ditanya apakah pesawat memiliki peti mati jika ada yang meninggal dalam penerbangan. Jawabannya tidak ada. Ini bukan peti mati sungguhan.

Tapi memang ada ruangan gelap yang penuh dengan tempat tidur, bentuknya mirip peti mati. Peti itu merupakan tempat dimana para kru tidur dalam penerbangan panjang.

Jika sudah mendapat bagian untuk istirahat, pramugari mengucapkan kode tersebut lalu pergi ke ‘peti mati’.

'Apakah kita pernah bertemu?'

Sungguh aneh mendengar dua awak saling bertanya di akhir penerbangan panjang, padahal mereka telah bekerja bersama selama berjam-jam.

Kru mengajukan pertanyaan saat memastikan penumpang sudah memasang sabuk pengaman. Jika salah satu pramugari memeriksa kabin dari depan ke belakang dan yang lainnya dari belakang ke depan, mereka harus mengatakan dengan lantang bahwa mereka telah 'bertemu' di tengah.

Dengan begitu mereka tahu semua orang terikat sabuk pengaman dan kabin aman untuk mendarat.

Saatnya untuk menyikat dan menyiram

Tidak ada anggota kru yang akan tersenyum ketika mereka mengatakan ini. Itu berarti giliran mereka untuk membersihkan toilet. Dalam penerbangan 12 jam tidak ada orang lain yang melakukan pembersihan, jadi semua orang bergantian melakukan pekerjaan kotor. Pekerjaan itu dilakukan dengan kecepatan, sambil menahan napas, memejamkan mata dan memikirkan kolam renang di hotel.

Ilustrasi

Aku rindu jus kru

Sebagian besar dikatakan oleh orang-orang tua. Di masa lalu, kru menuangkan anggur dan minuman beralkohol ke dalam botol air mineral kosong di akhir penerbangan.

Kemudian membagikannya dalam perjalanan ke hotel singgah. Namun saat ini minuman beralkohol dilarang terkait aturan keselamatan.

Maaf itu turbulensi

Itulah yang dikatakan kru jika mereka menumpahkan kopi atau anggur ke penumpang. Hati-hati ketika Anda mendapat kata-kata itu. Sebab kru tidak pernah menumpahkan apa pun pada wanita yang sopan atau penumpang yang mereka sukai.

Kalimat itu hanya akal-akalan kru. Tidak pernah ada turbelensi sungguhan. Mereka 'tidak sengaja' menumpahkan minuman pada penumpang yang mengomel tiada henti selama penerbangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini