Pasutri Asal Prancis Beli Vila di Bali lalu Menyulapnya Jadi Komplek Pribadi

Lina Sharfina, Jurnalis · Kamis 09 September 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 406 2468495 pasutri-asal-prancis-beli-vila-di-bali-lalu-menyulapnya-jadi-komplek-pribadi-tqrL2cm511.JPG Villa Zelie di Bali yang dibeli oleh pasutri asal Prancis (Foto: Villa Zelie)

SEPASANG suami istri (pasutri) asal Prancis membeli sebuah vila di Bali pada tahun 2011 silam. Uniknya, keduanya sama sekali tidak pernah menginjakkan kaki di vila itu.

Mereka justru menghabiskan waktu selama dua tahun untuk "menyulap" vila itu menjadi sebuah kompleks pribadi.

Melansir laman Insider, sang pemilik vila mengungkap awal mula ia kepincut membeli vila tersebut. Tak dipungkiri, Bali menjadi salah satu destinasi paling populer di dunia, sehingga apapun yang terkait dengannya selalu mengundang minat wisatawan, khususnya dari mancanegara.

Ketika seorang teman memberi tahu mereka pada tahun 2011 silam bahwa properti di sebelah rumahnya di Bali dijual, pasutri ini tanpa pikir panjang memutuskan langsung membelinya.

"Ini cerita yang sederhana," ucap Margaux (bukan nama sebenarnya-red).

"Kami menginginkan tempat di mana kami bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman," imbuhnya.

Baca juga: Jakarta, Medan dan Bali Dipromosikan Sebagai Destinasi Wisata Kesehatan

Pemilik rumah meminta anonimitas untuk melindungi privasi mereka. Identitas mereka pun tidak boleh diketahui oleh siapapun. Apa yang tidak mereka sadari sampai mereka tiba di Bali adalah bahwa mereka telah membeli sebuah vila.

Villa Zelie Bali

(Foto: Villa Zelie)

Dekat dengan tempat selancar di Pantai Echo Canggu dan dikelilingi oleh area persawahan. Mereka pun puas dapat menemukan 'tempat persembunyian' yang sebenarnya.

"Ketika saya melangkah ke vila, saya tidak bisa mendengar suara," ucap Margaux.

Pasutri ini lantas menamakannya sebagai Villa Zelie dan kemudian mendesain ulang properti di dalamnya. Vila tersebut dilengkapi lima kamar tidur, dengan view desa dan 10 paviliun. Vila-vila yang berfungsi sebagai kamar tidur tersebar di sekitar tepi properti, dan paviliun tamu serta paviliun makan terletak di belakang kolam renang.

Baca juga: Bule Ini Sebut Bali Pulau Termurah, Modal 5 Dolar Bisa Ngapain Aja?

Ketika pasangan itu pertama kali melihat properti itu, ia memiliki paviliun utama dengan dua gladak, atau vila. Mereka ingin merenovasi properti itu agar sesuai dengan anggota keluarga mereka yang terdiri dari lima orang, namun tetap tidak mengubah suasana rumah yang terang dan lapang.

"Kami ingin itu terlihat asli. Saya ingin terlihat seperti rumah orang Bali," katanya.

Pasutri ini lantas mencari pengrajin lokal, membeli lebih banyak tanah di sebelah rumah mereka, dan menyewa perusahaan Bali Cipta Bali Architect untuk memimpin desain.

“Tantangan kami adalah menambahkan lebih banyak gladak ke situs dan mempertahankan nuansa rumah di tengah hutan,” ujar sang arsitek, Made Sucipta Rokana kepada Insider.

Setiap perabot di vila adalah barang antik atau buatan tangan. Pasangan ini mengirimkan joglo kayu berukir (atap berkubah) berusia 200 tahun dari Jawa untuk menjadi pusat perhatian di setiap gladak.

Burung-burung kayu menggantung dari langit-langit paviliun kolam renang. Bak mandi dipahat dari batu vulkanik hitam. Sebuah pintu kayu tua sekarang menjadi meja untuk vila kolam renang, dan brankas abad ke-19 menjadi daya tarik di kamar tidur utama.

Baca juga: Bali Sepi Turis, Monyet yang Kelaparan Serbu Rumah Penduduk

Villa Zelie Bali

(Foto: Villa Zelie)

Sebelum pasangan itu memulai pembangunan, seorang pendeta Hindu setempat sempat mengunjungi tempat itu untuk memastikan tanah itu bebas dari roh jahat. Setelah mereka selesai membangun, pendeta Hindu kembali untuk melaksanakan upacara Melaspas, yang sangat penting bagi umat Hindu Bali.

Baca juga: Tersangkut Kasus Ganja di Bali, Bule Jerman Dideportasi

Upacara penyucian melibatkan pembacaan doa, pembakaran dupa, dan membuat persembahan bunga dan buah. Orang Bali percaya bahwa upacara tersebut mengambil semua benda yang telah ditebang dan menghidupkannya kembali.

"Anda harus memiliki kuil Anda di rumah, dan penting untuk meninggalkan persembahan di kuil setiap hari. Jika Anda tidak melakukan ini, orang Bali tidak akan mau masuk ke rumah Anda," terang Margaux.

Rata-rata vila dengan lima kamar tidur dijual sekitar USD761.000 atau setara Rp10 miliar di Canggu, menurut agen real estat Bali Home Immo Property. Namun, pasangan ini tahu benar bahwa mereka tidak akan pernah memiliki tanah itu sepenuhnya.

Orang asing dapat menyewa antara 25 hingga 30 tahun, yang dapat mereka perpanjang sewaktu-waktu. Namun, tanah itu akan selalu menjadi milik orang Bali.

Villa Zelie Bali

(Foto: Villa Zelie)

Sang pemilik mulai menyewakan Vila Zelie untuk para tamu pada 2018 silam. Kini harga sewanya mencapai USD1.220 atau Rp17 jutaan per malam. Margaux pun tidak menyesal telah mengeluarkan banyak uang untuk renovasi.

"Saya tidak menyesal. Sejak saya melangkah melewati pintu, saya tahu saya ingin menghabiskan setiap (waktu) liburan di sini," tuturnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini