Girangnya Wanita Ini Bisa Kembali Berseragam Pramugari Sejak Pandemi Covid-19

Lina Sharfina, Jurnalis · Kamis 09 September 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 406 2468534 girangnya-wanita-ini-bisa-kembali-berseragam-pramugari-sejak-pandemi-covid-19-iBtBTRK1o9.JPG Erin Camilleri bahagia bisa kembali kenakan seragam pramugarinya (Foto: News.com.au)

MOMEN menggemaskan terekam saat seorang pramugari maskapai asal Australia, Qantas mengenakan kembali seragamnya. Peristiwa itu dianggap sebagai secercah harapan cerah bagi industri penerbangan.

Momen manis seorang pramugari Qantas mengenakan seragam pramugari untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 ini viral di media sosial.

Erin Camilleri, tidak mengenakan seragamnya untuk bekerja sejak Maret 2020 karena pengurangan frekuensi penerbangan di tengah pandemi Covid-19. Sehingga ia pun terpaksa dirumahkan.

Pariwisata dan industri penerbangan telah dihancurkan oleh penutupan perbatasan dan penguncian yang sedang berlangsung baik di dalam negeri maupun di seluruh dunia.

Bulan lalu, maskapai mengumumkan akan memberhentikan sekitar 2.500 pekerja mulai pertengahan Agustus sebagai tanggapan atas perpanjangan pembatasan sosial Covid-19 Sydney, yang akan dicabut menjelang akhir September.

Maskapai berharap para pekerja mundur setidaknya selama dua bulan, dan akan membayar staf yang terkena dampak selama dua pekan saja, sebelum mereka bergantung pada subsidi pemerintah.

Baca juga: Dilarang Merokok di Pesawat tapi Kok Ada Asbak? Pramugari Ungkap Alasannya

Erin Camilleri, pramugari Qantas

(Foto: Travel Guides)

Kini, Camilleri bisa berbagi "tarian bahagia" di TikTok dan Instagram setelah dapat mengenakan seragamnya kembali untuk pergi bekerja sejak kurun hampir 18 bulan lamanya.

“Pada Maret 2020, saya mundur tanpa tahu apa yang ingin saya lakukan dengan hidup saya,” tulisnya, menyitir laman News.com.au.

“Saya hidup untuk pekerjaan saya dan tidak punya pilihan selain beristirahat darinya. Maju cepat 18 bulan dan saya sangat bangga dengan semua yang telah saya capai dan bahkan lebih bersemangat untuk apa yang ada dalam hidup!," kata Camilleri.

Baca juga: Tolak Pakai Masker, Wanita Ini Diborgol dan Dikeluarkan dari Pesawat

“Begitu banyak dari Anda telah bergabung dengan komunitas ini selama 18 bulan terakhir yang sangat saya syukuri tetapi saya juga belum dapat berbagi bagian dari hidup saya ini dengan Anda dan sangat dekat saya bisa merasakannya,” ungkapnya.

“Saya selalu mengatakan kepada kalian bahwa sangat penting untuk mengejar perasaan daripada tujuan materialistis. Teruslah muncul, percayai prosesnya dan cobalah yang terbaik untuk membuka pikiran anda terhadap peluang dan kemana pun hidup membawa Anda," sambung dia.

Video ini disukai lebih dari 15.000 kali dan dibanjiri ratusan komentar warganet.

"Itu sangat bagus, kamu mendapatkan sayapmu kembali, gadis," tulis salah satu netizen.

"Ini sangat istimewa, senang melihat cerita pariwisata yang positif," tambah yang lain.

“Saya merasakan hal yang sama ketika saya kembali terbang. Pekerjaan terbaik di dunia,” timpal warganet.

Pramugari Qantas, Erin Camilleri

(Foto: News.com.au)

Bulan lalu, Qantas memperkirakan bahwa maskapai akan melanjutkan perjalanan internasional pada Natal, dengan Singapura, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Kanada di antara tujuan luar negeri pertama yang akan diterbangi.

Maskapai nasional Negeri Kangguru itu menyatakan, rencana penerbangan luar negerinya terkait dengan pembukaan kembali perbatasan internasional telah sejalan dengan program vaksin Pemerintah Australia, yang diproyeksikan mencapai 80 persen pada Desember mendatang.

Qantas membuat pengumuman pada 26 Agustus karena melaporkan kerugian mengejutkan sebesar USD2,3 miliar sebelum pajak karena penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan berujung malapetaka terhadap industri penerbangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini