Australia Luncurkan Paspor Vaksin Internasional Oktober 2021

Lina Sharfina, Jurnalis · Jum'at 10 September 2021 01:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 406 2468803 australia-luncurkan-paspor-vaksin-internasional-oktober-2021-0deFj6rvM4.JPG Ilustrasi (Foto: DW)

PASPOR vaksin internasional segera dirilis awal bulan depan ketika negara bagian Australia bersiap membuka kembali pariwisata domestik dan mancanegara.

Langkah ini merupakan bagian dari persiapan New South Wales (NSW) mengizinkan kembali aktivitas sosial, termasuk tempat hiburan.

Pemerintah Federal telah menandai peluncuran awal paspor vaksin untuk perjalanan internasional.

Meski ini tidak berarti perbatasan luar negeri akan dibuka, namun ini merupakan pertanda bahwa persiapan sedang berjalan dengan baik dan benar-benar sedang berlangsung, sehingga diharapkan perjalanan internasional bisa dibuka sepenuhnya menjelang Natal.

Paspor tidak hanya digunakan di dalam negeri sebagai cara untuk membuktikan status vaksinasi seseorang, namun juga di luar negeri di luar negeri seperti Amerika Serikat dan Inggris.

Menurut The Sydney Morning Herald, penggunaan paspor vaksin internasional akan diberlakukan bersamaan dengan karantina rumah bagi warga Australia yang kembali dari bepergian. Konsep ini sebagian telah diuji coba di Australia Selatan.

Sejak Agustus, uji coba karantina rumah dimulai dengan orang-orang yang kembali dari New South Wales dan Victoria. Perdana Menteri Steven Marshall berharap skema itu akan diperluas terhadap pelancong internasional pada pekan-pekan berikutnya.

Kendati paspor vaksin akan mulai dikeluarkan bulan Oktober nanti, namun mereka yang sudah divaksinasi dan hendak memasuk ke Australia tetap diharuskan menjalani karantina selama dua pekan.

Selanjutnya, aplikasi akan menghubungi orang-orang secara acak meminta mereka untuk memberikan bukti lokasi karantina mereka dalam waktu 15 menit. Jika seseorang tidak berhasil memverifikasi lokasi atau identitasnya saat diminta, maka SA Health akan memberi tahu pihak kepolisian yang akan melakukan pemeriksaan langsung terhadap orang yang dikarantina.

Pemerintah Federal sebelumnya telah meyakinkan warga Australia bahwa perbatasan internasional akan dibuka kembali setelah negara itu mencapai tingkat vaksinasi 80 persen. Namun, PM Australia, Scott Morrison tidak mengabaikan yurisdiksi individu dari pembukaan lebih awal jika mereka mencapai target itu lebih awal seperti NSW.

“Karantina rumah adalah tujuan kita selanjutnya. Dan lamanya karantina itu juga yang kami lihat,” kata Morrison belum lama ini.

Saat ini, semua orang yang bepergian ke Australia dengan penerbangan yang berangkat pada atau setelah 22 Januari 2021 harus memberikan bukti hasil PCR negatif Covid-19 pada saat check-in.

Health.gov.au menetapkan bahwa penumpang yang bepergian ke Australia harus dites Covid-19, 72 jam atau kurang sebelum jadwal keberangkatan penerbangan, dan menunjukkan bukti hasil tes negatif pada saat check-in.

“Tes PCR Covid-19 diperlukan. Penumpang yang tiba dengan penerbangan zona perjalanan aman hijau dibebaskan dari persyaratan pengujian pra-keberangkatan. Negara-negara di mana pengujian PCR Covid-19 tidak tersedia secara wajar juga dikecualikan, sebagaimana ditentukan oleh Pemerintah Australia," sebutnya.

Penggunaan tes PCR terutama pada perjalanan pulang ke Australia akan menjadi pengeluaran ekstra yang perlu diperhitungkan oleh pelancong dalam perjalanan mereka, mengingat harganya yang bervariasi.

Menurut data, biaya tes PCR rata-rata sekitar Rp1,4 juta per orang, namun ada sejumlah laporan yang ditawarkan hanya dengan setengah harga itu, sementara yang lain lebih dari Rp9 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini