Begini Cara Penduduk Hanoi Usir Kepenatan saat Lockdown

Firziana Zahra, Jurnalis · Jum'at 10 September 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 406 2469094 begini-cara-penduduk-hanoi-usir-kepenatan-saat-lockdown-JZvVWEdq5M.JPG Rumah-rumah penduduk Kota Hanoi, Vietnam (Foto: Instagram/@niobeetc)

HANOI, ibu kota Vietnam yang terkenal dengan rumah tabung telah menjadi 'kota hantu' dalam beberapa pekan terakhir karena lockdown menyusul meningkatnya angka kasus Covid-19.

Pandemi ini membuat sepinya jalanan yang dahulu ramai. Putus asa akan udara segar, penduduk kini beralih ke satu-satunya ruang terbuka yang dapat mereka akses yakni balkon kecil rumah mereka.

Delapan juta orang yang tinggal di ibu kota Vietnam telah berada di bawah perintah ketat tinggal di rumah sejak akhir Juli, hanya diizinkan keluar untuk mencari makanan atau berkunjung ke rumah sakit.

Meski lockdown mulai longgar di beberapa bagian kota, sebagian besar penduduk harus tinggal di rumah setidaknya selama dua minggu lagi karena jumlah kematian nasional akibat Covid-19 terus meningkat.

"Satu-satunya koneksi saya ke dunia luar adalah melalui balkon kecil saya," kata Nguyen Xuan Anh, seorang pekerja kantoran yang tinggal di blok perumahan bertingkat.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Vietnam Perketat Mobilitas Warga

Anh telah menaruh meja ke balkon seluas 3 meter persegi, yang dulunya merupakan rumah bagi pohon-pohon hias.

Meski sebenarnya kecil, tapi cukup besar baginya untuk bekerja di sana dengan laptop dan minum kopi paginya sambil mengamati keheningan jalan yang dulunya penuh dengan sepeda motor dan mobil.

"Sebelumnya, saya bahkan tidak punya waktu untuk berdiri selama lima menit di balkon saya. Sekarang, itu menjadi penyelamat saya," kata Anh, menyitir Daily Sabah.

Dengan larangan berolahraga di luar ruangan, tidak jarang melihat orang berlama-lama berjam-jam di ruang luar mereka yang terbatas.

"Saya bersembunyi di balkon saya, sudut saya, hampir sepanjang hari," kata Tran Trung Quan, seorang insinyur IT.

"Tidak baik tinggal di dalam rumah sepanjang hari, dengan anak-anak menyebabkan begitu banyak masalah sehingga Anda tidak dapat berkonsentrasi pada pekerjaan Anda," tambahnya.

Vietnam, yang dipuji secara luas tahun lalu atas penanganan pandeminya, telah terpukul parah oleh Covid-19 sejak gelombang keempat pada April lalu. Negara ini telah melaporkan lebih dari 500.000 infeksi dan lebih dari 13.000 kematian.

Baca juga: Vietnam Bangun Bandara Terbesar di Tengah Lesunya Penerbangan Imbas Corona

Beberapa kota dan provinsi, termasuk pusat bisnis selatan Kota Ho Chi Minh, telah dikunci selama berbulan-bulan.

"Satu-satunya harapan saya sekarang adalah perintah menghapuskan lockdown, sehingga saya bisa kembali bekerja. Terlalu banyak yang harus saya tangani dari balkon kecil ini," kata Trung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini