Mengintip Isi Museum CIA, Ini 4 Koleksi Barang Intelijen Sarat Sejarah

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Sabtu 11 September 2021 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 408 2469421 mengintip-isi-museum-cia-ini-4-koleksi-barang-intelijen-sarat-sejarah-uU60eXyARe.jpg Museum CIA (Wikipedia.org)

MARKAS Badan Intelijen Amerika Serikat atau Central Intelligence Agency (CIA) di Virginia dilengkapi dengan museum yang mengoleksi peralatan dunia spionase alias mata-mata hingga barang sitaan dalam operasi intelijen.

Ide museum ini muncul pada tahun 1972. Saat itu mantan Direktur Eksekutif CIA, William E. Colby, memiliki ide untuk membuat museum agensi yang dipenuhi dengan artefak sejarah yang penting.

Baca juga:  Lokasi Jatuhnya Pesawat yang Dibajak Teroris 20 Tahun Lalu Dibangun Monumen 9/11

Koleksi CIA sekarang termasuk gadget mata-mata, persenjataan khusus, dan memorabilia spionase yang mencakup asal-usul CIA sebelum Perang Dunia II hingga hari ini.

 

Meskipun Museum CIA tidak terbuka untuk umum karena lokasinya di Markas Besar CIA, namun pihak pengelola menyediakan situs yang bisa digunakan untukmenjelajahi koleksi unik mereka.

Melalui situs resminya, CIA membagikan foto serta deskripsi singkat mengenai benda-benda yang menjadi koleksi mereka.

Masker gas al-Qa'ida

Salah satunya yang menarik adalah masker gas yang ditemukan di rumah persembunyian al-Qa'ida di Kandahar, Afghanistan.

Baca juga: Eks Prajurit Angkatan Darat yang Lumpuh Mampu Terbang Sendiri dengan Paralayang

Dalam deskripsinya, CIA menyebut bahwa yang ditampilkan di sini adalahs alah satu dari banyak masker gas yang ditemukan di rumah persembunyian al-Qa'ida di Kandahar, Afghanistan, pada Desember 2001. Adapun spesifikasi artefak tersebut 28cm x 24,3 cm x 15,5cm.

 Ilustrasi

Masker al_Qai'da (cia.gov)

Baju pelindung A-12

Ada juga baju pelindung A-12. Pilot A-12 mengenakan jenis setelah tekanan pelindung dengan insulasi termal, kontrol tekanan, pendingin dan sistem pendukung kehidupan.

Ilustrasi

Baju pelindung A-12 (cia.gov)

Baju ini itu menawarkan perlindungan dari panas yang memancar melalui kaca depan dan dari tekanan dingin dan rendah jika terjadi bailout di ketinggian.

Topi "Attitude"

Seorang perwira CIA mengenakan topi Guatemala sederhana ini saat mengintai perang saudara Salvador, yang ditandai dengan pertempuran sengit antara pemberontak sayap kiri dan pasukan pemerintah yang didukung oleh Amerika Serikat.

Dia mengenakan topi ketika segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik, sebagai semacam pemimpin. Ketika meninggalkan tugas ini, dia benar-benar memberikan topi itu kepada petugas Agensi lainnya. Ketika situasi mulai membaik, petugas itu semakin jarang memakainya.

 Ilustrasi

Pisau saku tentara Inggris

Pisau khas ini dikeluarkan Angkatan Darat Inggris untuk tentara selama Perang Dunia II. Pisau ini terdiri dari paku marlin, pisau pemotong kaki domba, obeng, dan pembuka kaleng.

Kapten OSS William H. Pietsch, Jr., membawa yang ini ketika dia terjun ke Prancis yang diduduki Nazi pada musim panas 1944 dalam misi Jedburgh pertamanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini