Ganjar Pranowo Usul Wisata Karimunjawa Dibuka Terbatas

Antara, Jurnalis · Sabtu 11 September 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 11 406 2469656 ganjar-pranowo-usul-wisata-karimunjawa-dibuka-terbatas-ugfFIPUzps.JPG Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Foto: Instagram/@ganjarr_pranowo)

GUBERNUR Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta dilakukan uji coba wisata di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah secara terbatas. Caranya dengan menerapkan sistem paket wisata seiring upaya pengembangan serta pengoperasian Bandara Dewadaru.

"Bandara yang sudah siap, saya usulkan kita membuka ujicoba wisata terbatas dengan kategori uji coba. Harapannya kalau perusahaan penerbangan bisa diajak uji coba, maka yang dari Jakarta, Bali dan dari Surabaya bisa datang ke Karimunjawa," kata Ganjar.

Kendati demikian, Ganjar menegaskan jika upaya membuka kunjungan wisata itu tetap harus mengutamakan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Menurutnya, dengan cara itu maka perekonomian sektor pariwisata di daerah setempat mulai bergerak lagi dengan protokol kesehatan ketat.

Baca juga: Wisatawan ke Karimunjawa Wajib Tunjukkan Hasil Rapid Test Antigen

Orang nomor satu di Jateng itu mengakui jika pengendalian Covid-19 di Karimunjawa bagus, namun tetap menekankan agar vaksinasi dapat berjalan 100 persen.

"Pengendalian Covid-19 di Karimunjawa bagus, bahkan tadi di Desa Parang nol persen. Masyarakatnya bebas, asyik itu, tapi tetap kita ingin seratus persen (vaksinasi)," tuturnya.

Sebagai informasi, keberadaan Bandara Dewadaru yang resmi beroperasi sejak 2018 itu diketahui sebagai jalur alternatif wisata ke Kepulauam Karimunjawa, namun sejak pandemi, bandara sempat tidak melayani penerbangan karena minimnya wisatawan dan berbagai kebijakan dalam penanganan Covid-19.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro dalam pemaparannya mengatakan bahwa pada 2021 Pemprov Jateng telah membebaskan lahan untuk pengembangan bandara.

Lahan seluas 1,6 hektare itu rencananya akan dibangun gedung terminal penumpang Bandara Dewadaru. Secara rinci, rencana induk Bandara Dewadaru yakni lahan eksisting area bandara 21,87 hektare, lahan eksisting luar bandara 2,36 hektare, total kebutuhan lahan 22,19 hektare.

"Bandara Dewadaru sebenarnya sudah beroperasi, tapi karena pandemi jadi penumpangnya minim," kata Henggar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini