Mantan Pramugari Bongkar Aturan Ketat soal Berat Badan, Obesitas Siap-Siap Potong Gaji

Ruben Hard Silitonga, Jurnalis · Minggu 12 September 2021 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 406 2470056 mantan-pramugari-bongkar-aturan-ketat-soal-berat-badan-obesitas-siap-siap-potong-gaji-5th3RuWDmu.JPG Ilustrasi (Foto: Reuters)

SEORANG mantan pramugari maskapai internasional yang berbasis di Uni Emirat Arab terpaksa berhenti dari pekerjaannya.

Alasannya, lantaran berat badannya selalu dipantau selama tiga tahun ia bekerja di perusahaan itu. Seorang rekan kerjanya bahkan menyebut bahwa tubuhnya bertambah berat.

Kepercayaan diri Duygu Karaman (37) pun hancur seketika saat salah seorang rekannya diam-diam menuduhnya kelebihan berat badan sehingga harus mengikuti program penurunan berat badan.

Jika masalah obesitas itu terus berlanjut, maka ancaman pemotongan gaji menjadi konsekuensinya.

"Orang lain yang bekerja untuk maskapai Timur Tengah juga tunduk pada praktik merendahkan (itu)," ucap Duygu, dalam sebuah pernyataan menyitir Mirror.

Bahkan salah satu rekannya akhirnya harus menjalani operasi pengencangan perut yang bertentangan dengan saran dokter.

Baca juga: 4 Potret Cantik Pramugari Eliska Parker, Netizen: Mulus Kaki

Wanita asal High Wycombe, Buckinghamshire tersebut akhirnya meninggalkan pekerjaannya karena bertentangan dengan hati nuraninya.

"Saya benar-benar kesal begitu lama dan kemudian saya kehilangan kepercayaan diri. Berat ekstra dua atau tiga kilogram (tidak masalah), tidak menghambat saya melakukan pekerjaan ini," keluhnya.

"Saya adalah awak kabin senior, saya tahu apa yang saya lakukan. Saya sangat baik dalam melayani pelanggan, saya sangat profesional melakoni pekerjaan saya," tuturnya.

"Emirates sangat ketat dengan kebijakan perawatan mereka. Anda tidak pernah melihat awak kabin tua. Mereka menginginkan orang-orang yang berpenampilan cantik. Mereka tidak suka orang yang angkat bicara sehingga mereka selalu ingin menyingkirkan senior," ungkapnya lagi.

Ia berang saat seorang staf maskapai mengeluhkan berat badannya yang overweight.

"Karena berat badan saya lebih dari 2 kilogram, saya dimasukkan ke dalam program berat badan. Mereka menyebutnya departemen nutrisi, tetapi mereka tidak memberi saya banyak nasihat," papar Duygu.

Bahkan lanjut Duygu, sejumlah rekannya dihukum pengurangan gaji karena masalah berat badan.

Sementara itu, salah satu Juru Bicara Emirates menyatakan, sebagai maskapai penerbangan global, pihaknya memperlakukan kesejahteraan karyawan dengan prioritas tertinggi, tanpa adanya diskriminasi.

"Kami percaya menjadi bugar dan sehat, baik secara fisik maupun mental, merupakan aspek penting dalam menjalankan tugas mereka dengan aman dan efektif," katanya dalam sebuah pernyataan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini