Antisipasi Klaster Wisata, Disparbud Jabar: Jangan Terjebak Euforia

Antara, Jurnalis · Senin 13 September 2021 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 406 2470153 antisipasi-klaster-wisata-disparbud-jabar-jangan-terjebak-euforia-RCJDHbgyyu.JPG Destinasi wisata alam di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat (Foto: Instagram/@noey.oktav)

DINAS Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat mengantisipasi dampak peningkatan kunjungan ke tempat pariwisata pada masa pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengendalikan penularan Covid-19.

Disparbud bersama Dinas Kesehatan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Barat memantau penerapan protokol kesehatan serta melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi penularan Covid-19 di tempat-tempat wisata guna menekan risiko penularan Covid-19 dalam kegiatan pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan bahwa operasi pemantauan protokol kesehatan dan pemeriksaan Covid-19 menyasar 11 daerah pelaksana pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2 menurut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2021 yang berlaku 7 sampai 13 September 2021.

Daerah sasaran operasi meliputi Ciamis, Garut, Subang, Purwakarta, Majalengka, Pangandaran, Indramayu, Sukabumi, Karawang, Kuningan, dan Cianjur.

Baca juga: Jawa Barat Punya 50 Wisata Alam Baru, Tersebar dari Bogor hingga Garut

Infografis Tips Traveling

“Operasi gabungan sudah dimulai dari Sabtu kemarin. Hari ini ini berlanjut secara serentak. Kami antisipasi lonjakan pengunjung yang bisa mengabaikan protokol kesehatan. Imbauan dari Gubernur Jabar kan jangan terjebak euforia,” kata Dedi.

Menurut Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri), tempat wisata di daerah PPKM Level 2 dapat dibuka dengan syarat protokol kesehatan diterapkan dan pengunjung dibatasi maksimal 25 persen dari kapasitas tempat.

Berdasarkan laporan sementara, peningkatan pengunjung tempat wisata di daerah PPKM Level 2 tidak terlalu signifikan dan protokol kesehatan secara umum sudah dijalankan di tempat-tempat wisata.

Ia menjelaskan, pemeriksaan untuk mendeteksi penularan Covid-19 telah dilakukan pada 558 sampel pengunjung tempat wisata di 11 daerah di Jawa Barat dan hasilnya menunjukkan semua negatif Covid-19.

“Beberapa tempat wisata pun sudah menyosialisasikan dan menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Pihak pengelola wisata juga sangat aktif untuk terus mengingatkan pengunjung agar menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Ia pun menekankan pentingnya disiplin warga dalam menjalankan protokol kesehatan dalam mencegah munculnya penularan Covid-19 di berbagai tempat wisata.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini