Ditolak Naik Pesawat karena Terlambat, Emak-Emak Ngaku Bawa Bom

Ruben Hard Silitonga, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 406 2470745 ditolak-naik-pesawat-karena-terlambat-emak-emak-ngaku-bawa-bom-EYArcvvNBg.jpg Ilustrasi (Freepik)

SEORANG perempuan bernama Marina Verbitsky (46) ditolak naik pesawat karena terlambat tiba di bandara, sementara maskapai JetBlue yang akan ditumpanginya sudah bersiap lepas landas. Ibu itu puna mengamuk dan menyebutkan kopernya yang sudah terlanjur masuk ke bagasi pesawat berisi bom.

Sontak ucapan Verbitsky bikin heboh dan membuatnya berurusan dengan polisi. Kejadian itu terjadi di Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood Florida, Amerika Serikat, Senin malam.

Awalnya, Verbitsky bersama suami dan putranya terlambat tiba di bandara, di mana pesawat hendak lepas landas.

 Baca juga: Ribuan Pesawat Nganggur Akibat COVID-19, Akhirnya Jadi 'Korban Kanibal'

Melansir dari Washington Post, Selasa (14/9/2021), dalam kondisi terlambat, Verbitsky mengatakan kepada seorang karyawan maskapai bahwa dia perlu naik pesawat karena putranya masih sekolah.

Tetapi ketika diberitahu bahwa sudah terlambat untuk naik ke pesawat, dia mulai mencaci maki karyawan JetBlue dengan kata-kata kotor.

 

Ketika karyawan mengatakan barang bawaannya ada di pesawat yang akan berangkat, Verbitsky diduga menjadi lebih marah.

“Saat itulah dia memberi tahu pekerja maskapai bahwa barang bawaannya berisi bom,” kata para pejabat.

Verbitsky langsung ditangkap oleh personel Kantor Sheriff Broward.

 Baca juga: Jangan Pakai Sandal Jepit saat Naik Pesawat, Eks Pramugari Ungkap Bahayanya

Sementara pesawat yang hendak lepas landas terpaksa ditunda penerbangan. Seluruh penumpang diminta turun dan dikawal,

sebelum pihak berwenang memeriksa pesawat untuk mencari bom. Tapi, mereka tidak menemukan apa-apa.

Verbitsky sekarang menghadapi tuduhan pelaporan palsu tentang penanaman bom, bahan peledak atau senjata pemusnah massal.

 Ilustrasi

Jaminannya ditetapkan sebesar USD10.000 atau Rp142.510.000 dan seorang hakim memerintahkannya untuk menjalani evaluasi kesehatan mental.

 Baca juga: Tolak Pakai Masker, Wanita Ini Diborgol dan Dikeluarkan dari Pesawat

Itu adalah kesalahan," kata seorang kerabat Verbitsky, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya,“Dia gugup tentang putranya yang harus pergi ke sekolah. Itu berantakan tapi itu jelas tidak dimaksudkan.”

Dugaan ancaman Verbitsky merupakan kasus terbaru penumpang maskapai yang menyebabkan gangguan publik dan seringkali viral dalam beberapa bulan terakhir.

Dia setidaknya orang kedua yang dituduh membuat ancaman bom di bandara Fort Lauderdale dalam dua bulan terakhir.

Wegal Rosen yang berusia 74 tahun ditangkap setelah diduga memberi tahu seorang karyawan di loket penjualan bahwa ada bom di tasnya, memaksa bandara untuk mengevakuasi tiga terminal, menutup jalan dan membatalkan atau menunda puluha penerbangan.

Rosen didakwa dengan kejahatan yang sama seperti Verbitsky dan bisa menghadapi hukuman 15 tahun penjara.

Lehigh Valley di Allentown, Pa., khawatir putrinya menyelundupkan ganja dalam penerbangan. Frustrasi, dia bertanya kepada seorang karyawan Delta apa yang akan mereka lakukan jika dia mengatakan ada bom di pesawat, menurut jaksa.

Pesawat, yang sudah berada di landasan, dievakuasi, dan pihak berwenang tidak menemukan bom atau obat-obatan.

Pejabat Administrasi Penerbangan Federal mengatakan perilaku di pesawat telah memburuk selama pandemi.

Pada bulan Agustus, agensi mengatakan telah menerima sekitar 3.889 laporan tentang "perilaku nakal", oleh penumpang maskapai, yang mengakibatkan denda USD1 juta atau sekitar Rp14 miliar terhadap puluhan orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini