Geliatkan Lagi Pariwisata, Kemenparekraf Fokus Garap Wisatawan Nusantara

Antara, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 406 2470769 geliatkan-lagi-parisiwata-kemenparekraf-fokus-garap-wisatawan-nusantara-haYYJhySnP.jpg Kafe Paperhills di Kintamani, Bali (Instagram @paperhills.id)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) fokus pada wisatawan nusantara dalam upaya meningkatkan geliat pariwisata di tahun 2021.

"Geliat pariwisata tahun ini kita fokus pada wisatawan nusantara, karena situasi pandemi maka kesehatan yang jadi utama," kata Direktur Event Daerah pada Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Wisata Kemenparekraf Reza Pahlevi di Makassar, Senin.

Baca juga:  Target Kunjungan Wisatawan 2021 Direvisi, Wisman 4 Juta dan Wisnus 180 Juta

Reza menyebutkan bahwa kunci momentum saat ini ialah mempersiapkan destinasi wisata untuk standar protokol kesehatan yang ketat. Sebab menurutnya, destinasi yang paling diminati ke depan adalah yang paling bisa menjaga protokol kesehatan.

Maka, buka-tutupnya suatu destinasi tergantung pada pemerintah daerah dalam melihat status COVID-19. Termasuk pada pelaksanaan sebuah kegiatan yang diinisiasi pemerintah daerah.

Salah satunya, rencana kegiatan nasional Highland Toraja Festival yang akan diadakan pada Oktober mendatang.

Baca juga:  10 Aturan Unik di Tempat Wisata, Larangan Kentut hingga Meludah

Menurut Reza, dalam penyelenggaraannya, paling dibutuhkan ialah kolaborasi antara komunitas penyelenggara, pemerintah dan masyarakat setempat.

"Untuk kegiatan nasional Highland, tentu dibutuhkan semakin banyak ide untuk menginisiasi, mulai dari komunitas maupun dari pemerintah daerah, karena prinsipnya sama. Geliatkan pariwisata tanpa mengabaikan protokol kesehatan," ujarnya.

Toraja Highland Festival merupakan inisiasi Pemerintah Daerah Toraja Utara yang akan mengumpulkan pelaku UMKM setempat serta menggelar beberapa kompetisi kesenian khas Toraja guna menggiatkan ekonomi dan pariwisata.

 Ilustrasi

Sebelumnya, Toraja Highland Festival direncanakan akan digelar pada 20-26 September 2021, namun harus diundur ke tanggal 4-10 Oktober mendatang yang akan digelar di kawasan Kete Ketsu, Torut, Sulsel.

"Ini untuk mencocokkan jadwal Menteri Sandiaga karena Kemenparekraf ikut mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari geliat kepariwisataan di masa pandemi. Kemungkinan dari sini, akan diberikan apresiasi kepada desa wisata di Sulsel," kata Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel Rahmaniar Malik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini