Uniknya Perpustakaan Mini Berbahan Limbah Kayu di Semarang hingga Raih Penghargaan Internasional

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Senin 13 September 2021 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 408 2470587 uniknya-perpustakaan-mini-berbahan-limbah-kayu-di-semarang-hingga-raih-penghargaan-internasional-PVNnIjUHmS.JPG Perpustakaan mini atau Microlibrary Warak Kayu di Semarang (Foto: Instagram/@kiearch)

SIAPA nih yang hobi membaca buku? Bagi pencinta buku, aroma khas kertas yang menguar baik dari buku lama maupun buku baru sangat memikat jiwa. Sebelum tenggelam dalam serunya cerita yang sedang dibaca, pasti menciumi aroma dari buku itu.

Tak hanya membaca buku, mengunjungi perpustakaan menjadi hal yang wajib. Tentu saja tidak hanya sekadar membaca, tetapi bisa menikmati bangunan perpustakaan yang unik.

Salah satunya adalah di Microlibrary Warak Kayu yang terletak di Jalan DR. Sutomo, Semarang, Jawa Tengah. Kehadirannya di tengah kota membuat perpustakaan ini mudah dicari oleh pengunjung. Meski di tengah kota, Microlibrary memiliki lingkungan yang bersih dan suasana yang nyaman, lho.

Microlibrary Warak Kayu merupakan perpustakaan pertama di Indonesia yang seluruh bangunannya terbuat dari kayu. Perpustakaan yang sekaligus instagramable ini dibangun dengan desain arsitektur yang menarik dengan penggunaan metode konstruksi Zollinger Bauweise asal Jerman.

Baca juga: Perpustakaan Modern Bertaraf Internasional Dibangun di Kendari

Uniknya, desain arsitektur Microlibrary terinspirasi dari rumah panggung yang ada di Indonesia. Beragam fasilitas juga tersedia di perpustakaan ini. Pengunjung yang datang pun tak hanya orang dewasa saja, bahkan Microlibrary bisa dinikmati oleh anak-anak.

Spot favorit untuk membaca buku adalah di atas jemaring sambil rebahan. Tak perlu khawatir, karena jaring di Microlibrary aman untuk dinikmati hingga tujuh orang dewasa. Namun, karena situasi pandemi penggunaan jaring dibatasi dengan maksimal tiga anak atau satu orang dewasa saja.

Jika takut membaca buku di atas jaring, pengunjung bisa menggunakan ruang membaca sebagai alternatifnya. Suasananya yang nyaman dan tidak berdesak-desakan karena dibatasi maksimal 10 orang. Kegiatan baca buku pun jadi menyenangkan.

Berbagai macam genre buku tersedia di Microlibrary, mulai dari buku anak-anak, komik, novel, pengembangan diri, hingga biografi. Koleksi bukunya juga beragam, ada yang bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Puas sehabis membaca, pengunjung bisa menikmati ayunan dari kayu yang ada di bawah bangunan ini. Eits, jangan lupa taruh bukunya kembali di tempat yang disediakan ya. Pengunjung tidak bisa membawa buku ke area bawah.

Kalau sedang berada di Semarang wajib coba datang ke Microlibrary dan rasakan sensasi bersantai sambil menikmati angin sepoi-sepoi di atas jaring.

Microlibrary Warak Kayu sendiri berhasil terpilih sebagai perpustakaan dengan desain terbaik pada ajang arsitektur internasional Architizer A+ Awards 2020.

Ia sukses menyisihkan desain perpustakaan dari sejumlah negara, di antaranya Billie Jean King Main Library di California (Amerika Serikat), Architecture Library di Bangkok (Thailand), Hunters Point Library New York (Amerika Serikat) dan Rural Library di Zhejiang (China).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini