Paus Paling Kesepian di Dunia Stres hingga Benturkan Kepalanya ke Tangki

Nindi Widya Wati, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 406 2470935 paus-paling-kesepian-di-dunia-stres-hingga-benturkan-kepalanya-ke-tangki-t9dnpUhm8H.JPG Paus pembunuh alias Orca (Foto: Instagram/@pacificwhalewatch)

KISKA orca, seekor paus pembunuh paling ganas di dunia dilaporkan telah dibawa ke penangkaran pada tahun 1979. Ia menghabiskan waktu 10 tahun terakhir di MarineLand, Kanada. Kehidupannya sangat miris menurut laporan aktivis hewan yang merekamnya.

Sebuah video menunjukkan paus pembunuh yang lama dikurung itu nampak stres dengan membenturkan kepalanya pada sisi sebuah tangki. Peristiwa itu terjadi di MarineLand, Kanada.

Mantan pekerja wahana air, Phil Demers mengatakan, Kiska saat ini berusia 44 tahun. Paus pembunuh dari perairan Islandia itu ditangkap pada 1979.

Selama satu dekade terakhir ia hidup sendirian. Sebelumnya Kiska hidup dengan lima ekor anaknya, hingga saat ini ia mendapat gelar 'paus paling kesepian' di dunia.

Pada video berdurasi 30 detik yang diambil oleh Demers, terlihat Kiska lebih agresif membenturkan kepala dan tubuhnya ke dinding tangki.

Bahkan si perekam video juga mengajak orang-orang turut membagikan rekaman tersebut, untuk meningkatkan kesadaran agar membebaskan hewan malang itu.

Baca juga: Ini Tempat Terbaik Mengamati Paus

Paus Stres Dikurung

"Video diambil pada 4 September 2021. Aktivis anti-penahanan memasuki MarineLand dan mengamati Kiska, orca terakhir mereka yang masih hidup membenturkan kepalanya ke dinding. Silakan tonton dan bagikan. Kekejaman ini harus diakhiri. #GratisKiska," tulis Demers.

Video ini telah dilihat lebih dari 190.000 kali di Twitter dan memiliki hampir 3.000 retweet. "Saya ingin melihat Kiska dibawa ke fasilitas sementara dengan orca lain sampai proyek suaka paus (di Nova Scotia) dibangun," ujarnya.

Dalam tweet lanjutannya, pemerhati hewan dengan lebih dari 36.000 pengikut ini menulis: "Paus tidak boleh berada di pesawat. Paus tidak boleh berada di kolam. Paus harus berada di laut,".

Sementara, Aktivis Konservasi Paus dan Lumba-lumba, Rob Lott berpendapat; "Stres dapat menjadi akibat jika orca Islandia yang ditangkap secara liar, bertemu langsung dengan Kiska yang dibesarkan di lingkungan buatan dan beton selama empat dekade terakhir,".

Rob menambahkan, stres kronis dapat membahayakan sistem kekebalan, dan fisiologi orca yang menyebabkan penyakit bahkan kematian.

"Kiska sudah tidak mendapat pengawasan sejak 2011, dan kehilangan setiap aspek budaya sosial yang akan dia alami jika di alam liar. Karena hewan seperti paus, atapun lumba-lumba adalah jenis hewan yang sangat buruk untuk hidup di penangkaran," jelasnya.

Penggalangan dana untuk membantu mamalia laut ini dilakukan melalui Gofundme. Saat ini donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai dengan telah memperoleh lebih dari 150.000 poundsterling atau Rp2,9 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini