Siap Buka Penerbangan Internasional, Maskapai Ini Persoalkan Aturan Karantina

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Rabu 15 September 2021 04:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 406 2471339 siap-buka-penerbangan-internasional-maskapai-ini-persoalkan-aturan-karantina-TUxOg0HhJA.JPG Jajaran pilot dan awak kabin Qantas (Foto: Instagram/@qantas)

MASKAPAI penerbangan asal Australia, Qantas mengumumkan akan segera kembali melayani penerbangan internasional secara bertahap sebelum Natal tiba.

Namun, rencana tersebut tetap bergantung pada keputusan pemerintah dalam beberapa bulan mendatang, termasuk persyaratan karantina bagi pelancong.

“Di satu sisi, ini adalah bagian terakhir dari teka-teki yang perlu kami jelaskan,” kata Chief Customer Officer Qantas, Stephanie Tully dalam webinar Tourism Australia Jumat pekan lalu.

Keterbatasan waktu dan anggaran berarti kecilnya kemungkinan untuk pergi ke luar negeri jika setelah kembali dua pekan di hotel karantina masih diwajibkan.

“Jika masih ada 14 hari karantina di hotel, maka kami tidak akan mendapatkan permintaan yang kami butuhkan untuk beroperasi,” tambah Tully, menyitir Escape.

Rencana beroperasinya kembali karena hal ini sejalan dengan program vaksinasi Covid-19 yang sudah berjalan mencapai 80 persen.

Termasuk dalam pembukaan kembali perjalanan ke dalam dan ke luar secara bertahap dengan negara-negara yang aman, karantina yang proporsional, dan pengurangan persyaratan untuk pelancong yang divaksin sepenuhnya.

Infografis Maskapai dengan Sajian Makanan Terbaik

Baca juga: Maskapai Ini Tawarkan Hadiah Gratis Terbang 1 Tahun ke Penumpang yang Sudah Divaksinasi

Tully mengatakan, sejalan dengan rencana pemerintah, pemikiran Qantas adalah karantina akan dikurangi, jika tidak dihilangkan, maka harus di rumah (bukan di hotel).

“Mungkin seperti yang kita lihat di tempat lain di seluruh dunia, Anda divaksinasi, menjalani tes sebelum pergi dan tes kembali ketika tiba di rumah, kemudian Anda bebas,” kata Tully di webinar.

Akankah paspor vaksin Australia diakui pada 2022?

Tully melaporkan bahwa sejauh ini, Qantas telah melihat respons positif terhadap rencana memulai kembali penerbangan secara bertahap ke tujuan dengan tingkat vaksinasi tinggi, seperti Singapura, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Kanada.

“Rute paling populer yang kami lihat adalah London dari Sydney dan Melbourne, tetapi juga Vancouver, Singapura, dan Los Angeles. Banyak orang bersiap-siap untuk memesan tiket begitu mereka mendapatkan lampu hijau berikutnya,” sebutnya.

Adapun rintangan lain yang bisa menghambat perjalanan internasional ialah ekspektasi bahwa harga tiket pesawat akan menjadi mahal. Hal ini dapat dilihat sejak keputusan Kabinet Nasional untuk mengurangi batas kedatangan Australia.

Bagi penduduk Australia yang berencana mengunjungi beberapa negara di luar negeri khawatir karena sertifikat vaksin mereka tidak dapat diakui secara universal.

Menteri Perdagangan, Dan Tehan mengatakan bahwa pemerintah sedang bekerja mengembangkan kode QR dengan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional sehingga sertifikat vaksin Australia akan diakui secara internasional.

Baca juga: Girangnya Wanita Ini Bisa Kembali Berseragam Pramugari Sejak Pandemi Covid-19

“Apa yang dilakukan sebagian besar negara adalah menghubungkan kode QR yang menunjukkan bahwa Anda telah divaksinasi ke paspor Anda,” ujar Tehan.

“Jadi, tidak harus ada di paspor Anda seperti itu, tetapi akan ditautkan ke dalam paspor Anda. Inilah pekerjaan yang kami lakukan dan juga ingin saling diakui oleh negara lain.” tambah Tehan kepada Leon Byner dari radio FIVEaa di Adelaide.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini