Wisata Dibatasi, Kang Emil: Sampai Presiden Proklamasikan Merdeka dari Penjajah Covid-19

Antara, Jurnalis · Rabu 15 September 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 406 2471509 wisata-dibatasi-kang-emil-sampai-presiden-proklamasikan-merdeka-dari-penjajah-covid-19-JahyBecn5o.JPG Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Foto: Instagram/@ridwankamil)

GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil memprediksi sektor pariwisata bangkit awal 2022 jika kekebalan komunal (herd immunity) tercapai di mana sekitar 37 juta warga Jabar bakal rampung divaksin pada akhir Desember 2021.

"Saya memprediksi awal 2022 pariwisata akan normal lagi karena vaksin ditargetkan selesai. Pandemi mudah-mudahan seperti ini terus sehingga kita betul-betul bisa move on dari pandemi ke endemi tinggal kami menata," kata Ridwan Kamil.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menggambarkan dalam situasi adaptasi kebiasaan baru endemi Covid-19 tetap akan ada pembatasan pengunjung di destinasi wisata.

"Tapi tetap kami tidak akan seperti semula 100 persen. Kami pasti batasi apakah 25, 50 atau 75 persen. Artinya pergerakan ada tapi dibatasi," tuturnya.

"Sampai kapan? Sampai presiden memproklamasikan merdeka dari penjajah yang namanya Covid-19. Tidak tahu kapan masker boleh dibuka. Sebelum hari proklamasi itu, mari kita beradaptasi," seru Kang Emil.

Baca juga: Bertemu Menantu Jokowi, Ridwan Kamil Beri Masukan Pengembangan Pariwisata Medan

Infografis Tips Traveling

Khusus saat ini kata dia, Pemprov Jawa Barat sudah mulai mengizinkan beberapa destinasi wisata untuk buka kembali.

Namun, pembukaan destinasi wisata di Jawa Barat ini akan disesuaikan dengan level atau tingkat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah tersebut.

Kendati dibuka, nantinya masih akan tetap ada pembatasan yang diberlakukan di objek wisata. Sehingga tidak ada kerumunan yang berpotensi menularkan virus.

Selain itu, lanjut Ridwan, Pemprov Jawa Barat juga menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai alat untuk masuk ke objek wisata dan tempat umum lainnya.

"Jadi kesimpulan pertama pariwisata akan dibuka sesuai level PPKM. Kedua, kami menggunakan benteng seleksi melalui aplikasi Peduli Lindungi siapa yang masuk ke sana harus buktikan," terang mantan Wali Kota Bandung itu.

Terlebih saat ini lanjutnya, minat masyarakat untuk divaksin juga sangat tinggi. Hal ini tidak terlepas dari pengelola tempat umum yang mensyaratkan sertifikat vaksin untuk bisa masuk.

"Jadi sekarang vaksin bagus, orang berlomba-lomba karena syarat-syarat kegiatan publik dan akses ke ruang publik wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini