Jakarta Targetkan Sedot 3 Juta Wisatawan Domestik Lewat Urban Tourism

Antara, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 406 2472435 jakarta-targetkan-sedot-3-juta-wisatawan-domestik-lewat-urban-tourism-vaTWFrQVbr.JPG Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta (Foto: Instagram/@aguspermadi_)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan 10 persen dari 30 juta lebih atau 3 juta wisatawan domestik datang ke Ibu Kota per tahun melalui program wisata perkotaan (urban tourism) yang tengah dikembangkan di beberapa wilayah.

Namun, Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Hari Wibowo menyebut bahwa target tersebut berlaku jika terjadi penurunan kasus Covid-19 di Jakarta.

"Kalau melandai (Covid-19) terus, kami harap makin banyak wisatawan domestik ke Jakarta, sekitar 10 persen lah dari 30 juta lebih wisatawan akan datang ke ibu kota dengan berbagai program yang dicanangkan termasuk urban tourism," kata Hari.

Urban tourism tersebut lanjut Hari, akan dibuat di lima kota administratif Jakarta, yakni Kota Tua di Jakarta Barat, China Town Menteng, Cikini, Raden Saleh, Pasar Baru (Jakarta Pusat), PIK (Jakarta Utara), Jatinegara (Jakarta Timur), Blok M dan Senayan (Jakarta Selatan).

Baca juga: Daftar 10 Tempat Wisata Gratis di Jakarta, Yuk Mampir Hilangkan Penat

Infografis Wisata Religi di Jakarta

Untuk semakin mendongkrak pariwisata perkotaan di Jakarta, Hari menyebut bahwa Dinas Pariwisata DKI Jakarta tengah menggodok paket wisata untuk publik dengan bekerja sama dengan pengusaha hotel dan komunitas pemandu wisata.

"Rencananya walking tour itu per paketnya Rp300 ribu. Namun saat ini masih dibahas untuk dimatangkan, mudah-mudahan bisa segera jalan," tuturnya.

Selain lewat urban tourism, ia juga berharap ada sumbangan kunjungan wisatawan dari fasilitas olahraga terbaru yang ada di Jakarta, seperti arena equistrian, Velodrome Rawamangun hingga Jakarta International Stadium (JIS).

"Ini juga kami mau angkat, kami harap bisa menarik pegiat olahraga untuk membuat kegiatan," terang dia.

Ia optimis target tersebut bisa tercapai terlebih saat ini di Jakarta telah ada dan sedang dibangun beberapa proyek besar seperti MRT, LRT dan revitalisasi Taman Ismail Marzuki.

"Kami yakin, terlebih jika TIM sudah terbangun dan ada berbagai kegiatan di dalamnya akan menambah jumlah wisatawan, ini seperti oase di tengah hiruk pikuk Jakarta. Bahkan saat ini dari proyek transportasi sudah banyak wisatawan yang datang ke Jakarta sampai mencoba MRT dan LRT," paparnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Jakarta pada Juli 2021 sebanyak 5.471 orang atau lebih rendah dibandingkan Juni 2021 yang mencapai 13.483 orang.

Namun, angka tersebut terbilang tinggi dibandingkan periode sama pada Juli 2020, yakni naik 73,9 persen atau 3.146 orang.

Baca juga: Anies Pastikan Pengelolaan Kota Tua-Sunda Kelapa Ramah Lingkungan

Lonjakan jumlah kunjungan meski terjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), lanjut dia, mengindikasikan tidak mengurangi animo masyarakat bertandang di Ibu Kota.

Peningkatan itu diperkirakan karena kepercayaan terhadap upaya pemulihan industri pariwisata melalui program kebersihan, kesehatan, keamanan dan keberlanjutan lingkungan (CHSE). BPS menyebut bahwa vaksinasi nasional yang gencar diperkirakan juga menjadi indikator tetap tingginya kedatangan wisatawan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini