Pilot Harus Bertitel Sarjana, Ternyata Ini Lho Alasannya

Rizka Diputra, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 406 2472571 pilot-harus-bertitel-sarjana-ternyata-ini-lho-alasannya-sbPsdhOiPy.JPG Ilustrasi Pilot (Foto: Reuters)

TAK dipungkiri, industri aviasi menjadi salah satu karier paling 'seksi' yang dilirik kaum milenial selepas menamatkan pendidikan mereka. Namun perlu diketahui bahwa sebelum menuju ke sana, para calon pilot sejatinya memerhatikan background pendidikan mereka mengingat industri penerbangan dewasa ini terus berkembang.

Artinya, dibutuhkan para pelaku yang dapat menjawab dan memenuhi tantangan itu ke depan. Asal tahu saja, dunia penerbangan tak melulu bicara soal "burung besi" maupun pilot, namun terdapat ribuan tenaga kerja yang bekerja di belakang layar untuk kelancaran ekosistem industri ini.

Sebut saja mereka yang mengatur lalu lintas udara hingga memprioritaskan keselamatan para penumpang, termasuk para tenaga handal lain di bidangnya.

Alhasil, dibutuhkan suatu terobosan mumpuni guna memajukan sekaligus mensinergikan kompetensi Indonesia dalam rangka menelurkan sumber daya unggul di bidang penerbangan.

“Seorang pilot harus bisa menjadi pemimpin yang terampil, pengambil keputusan yang tepat dan mengelola sumber daya manusia dengan baik, dengan gelar sarjana dan wawasan manajerial tentang pengelolaan bandara dan industri penerbangan," ungkap Board of Advisors to General Chairman Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Captain Dharmadi, dalam diskusi virtual bertajuk 'Pentingnya Bekal S1 bagi Pilot Hadapi Masa Depan Industri Aviasi dan ASEAN Free Trade Zone', Kamis, 16 September 2021.

Baca juga: Pilot Wanita Ini Jawab Pertanyaan Netizen, dari Soal Kencan hingga Uang

Ilustrasi Pilot

(Foto: Reuters)

Menurut Dharmadi, seorang pilot dapat mengembangkan kariernya dengan menempati posisi-posisi di darat. Terutama pada saat sudah mencapai usia tidak produktif lagi untuk terbang.

"Para pilot dengan gelar sarjana tinggi dapat berkarya di manajemen penerbangan, sehingga jenjang karirnya lebih panjang," tutur pria yang 40 tahun berkecimpung di dunia aviasi ini.

Terlebih dalam menghadapi kondisi Zona Perdagangan Bebas (ASEAN Free Trade Zone), di mana negara antar ASEAN menghapus batasan yang selama ini terjadi antar negara.

Saat ini negara tetangga Indonesia semisal Singapura sudah menerapkan bahwa pilot harus memiliki gelar pendidikan formal jenjang Sarjana sebagai syarat menjadi Airline Pilot.

Baca juga: Yvonne Pope Sintes, Mantan Pramugari yang Jadi Pilot Wanita Pertama di Inggris

Salah satu inisiatif terobosan pendidikan pilot dilakukan oleh USG Education melalui program bisnis UIC College & UBS bersama FlyBest Flight Academy. Kolaborasi kedua institusi itu meluncurkan konsep baru pendidikan untuk pilot yaitu pilotpreneur dengan tujuan menyiapkan future pilots with entrepreneurial mindset.

Para pilot diharapkan mampu menguasai teknis dan keahlian manajemen khusus dalam mengelola industri aviasi yang diperlukan di masa depan.

"Pogram ini studi kasus yang digunakan pada saat belajar sarjana sudah sekitar bidang penerbangan, jadi sudah latihan dulu menghadapi masalah ketika belajar," terang Dharmadi.

Sementara itu, Chairperson Perkumpulan Institusi Pendidikan Penerbangan Indonesia (PIP2I), Karin Item memprediksi, pada 2023 maskapai penerbangan akan memulai proses recovery pasca-pandemi Covid-19.

"Untuk itu mulai tahun 2022 lini rekrutmen pilot juga akan lebih intensif dan kompetitif untuk menghadapi tren kebutuhan masa depan. Maskapai penerbangan internasional pun memiliki aturan dan seleksi yang cukup ketat, beberapa di antaranya selain Air Transport Pilot License dengan minimum 1.500 jam terbang juga membutuhkan kualifikasi Bachelor,” ucap Karin.

Infografis Maskapai dengan Sajian Makanan Terbaik

Hal senada disampaikan Head of UniSadhuGuna, Aimee Sukesna. Ia berujar, untuk dapat berkarier dalam dunia aviasi bukanlah hal mudah yang bisa diraih kebanyakan orang.

Baca juga: Kakak dan Adik Berpapasan di Udara, Suka Duka 2 Saudara Jadi Pilot

Sebab, maskapai penerbangan memiliki aturan dan seleksi yang cukup ketat. Persaingannya pun cukup ketat, sehingga program ini penting bagi generasi muda dalam mewujudkan mimpi mereka terjun ke dunia aviasi.

"Kolaborasi ini bertujuan melahirkan para pilot yang mempunyai entrepreneurial mindset, atau yang kami sebut creating pilotpreneur. Tujuannya calon pilot ini tidak hanya berkarier di operasional penerbangan namun juga memiliki kompetensi memimpin dan mengelola industri penerbangan atau bahkan lini industri lainnya,” ujar Aimee.

Sebelumya, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi pernah mengusulkan agar mereka yang ingin menempuh pendidikan penerbangan harus bertital sarjana alias S1.

"Saya sudah bicara ini lagi digodok, kita ingin sekolah pilot dari S1 supaya ada kedewasaan, supaya punya wawasan yang lebih luas, harapan saya begitu," kata Menhub beberapa waktu lalu.

Menurut Budi, dengan level kedewasaan matang dan wawasan lebih luas, diharapkan para calon pilot tersebut sadar betul akan pentingnya keselamatan penerbangan, bukannya malah bermain-main dan menuai risiko bagi penumpang pesawat kelak di kemudian hari.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini