Pilot Harus Bertitel Sarjana, Ternyata Ini Lho Alasannya

Rizka Diputra, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 406 2472571 pilot-harus-bertitel-sarjana-ternyata-ini-lho-alasannya-sbPsdhOiPy.JPG Ilustrasi Pilot (Foto: Reuters)

Para pilot diharapkan mampu menguasai teknis dan keahlian manajemen khusus dalam mengelola industri aviasi yang diperlukan di masa depan.

"Pogram ini studi kasus yang digunakan pada saat belajar sarjana sudah sekitar bidang penerbangan, jadi sudah latihan dulu menghadapi masalah ketika belajar," terang Dharmadi.

Sementara itu, Chairperson Perkumpulan Institusi Pendidikan Penerbangan Indonesia (PIP2I), Karin Item memprediksi, pada 2023 maskapai penerbangan akan memulai proses recovery pasca-pandemi Covid-19.

"Untuk itu mulai tahun 2022 lini rekrutmen pilot juga akan lebih intensif dan kompetitif untuk menghadapi tren kebutuhan masa depan. Maskapai penerbangan internasional pun memiliki aturan dan seleksi yang cukup ketat, beberapa di antaranya selain Air Transport Pilot License dengan minimum 1.500 jam terbang juga membutuhkan kualifikasi Bachelor,” ucap Karin.

Infografis Maskapai dengan Sajian Makanan Terbaik

Hal senada disampaikan Head of UniSadhuGuna, Aimee Sukesna. Ia berujar, untuk dapat berkarier dalam dunia aviasi bukanlah hal mudah yang bisa diraih kebanyakan orang.

Baca juga: Kakak dan Adik Berpapasan di Udara, Suka Duka 2 Saudara Jadi Pilot

Sebab, maskapai penerbangan memiliki aturan dan seleksi yang cukup ketat. Persaingannya pun cukup ketat, sehingga program ini penting bagi generasi muda dalam mewujudkan mimpi mereka terjun ke dunia aviasi.

"Kolaborasi ini bertujuan melahirkan para pilot yang mempunyai entrepreneurial mindset, atau yang kami sebut creating pilotpreneur. Tujuannya calon pilot ini tidak hanya berkarier di operasional penerbangan namun juga memiliki kompetensi memimpin dan mengelola industri penerbangan atau bahkan lini industri lainnya,” ujar Aimee.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini