Borobudur Gelar Simulasi Pembukaan Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Antara, Jurnalis · Sabtu 18 September 2021 02:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 406 2473019 borobudur-gelar-simulasi-pembukaan-pakai-aplikasi-pedulilindungi-fXmz6VfVDb.JPG Simulasi uji coba pembukaan wisata Candi Borobudur gunakan aplikasi PeduliLindungi (Foto: Antara/Anis Efizudin)

PT TAMAN Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) melakukan simulasi uji coba pembukaan destinasi Taman Wisata Candi Borobudur dengan menerapkan aplikasi peduli lindungi.

"Hari ini kami melakukan simulasi uji coba dan besok baru uji coba," kata Direktur Utama PT TWC (Persero), Edy Setijono,

Simulasi uji coba penerapan aplikasi PeduliLindungi ini turut dipantau oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Ia mengatakan, nantinya ada evaluasi terkait uji coba tersebut sebelum adanya pembukaan objek wisata secara penuh mengikuti level kondisi daerah.

Menurutnya, tahapan uji coba ini bertujuan mengukur kesiapan destinasi terkait dengan penerapan prosedur baru. Kali ini ada penambahan protokol baru, yaitu penerapan aplikasi PeduliLindungi.

Edy menjelaskan, melalui penerapan aplikasi PeduliLindungi ini akan ada proses tracing kepada seluruh wisatawan yang masuk ke kawasan, karena nanti dari aplikasi itu terlihat riwayat vaksinasi para wisatawan.

Candi Borobudur Tersertifikasi CHSE

"Jadi ini salah satu bentuk pemeriksaan tambahan terkait prokes agar destinasi itu menjadi destinasi yang aman seperti yang sudah dideklarasikan bahwa Borobudur harus menjadi destinasi yang aman untuk pariwisata," tuturnya.

Baca juga: Borobudur Highland, Pariwisata Terpadu yang Harus Sejahterakan Masyarakat

Ia berharap kepada satgas provinsi maupun kabupaten juga melakukan prosedur yang sama di tempat lain. Paling tidak harus ada hal-hal yang dipenuhi seperti sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability) oleh Kemenparekraf.

Kemudian, lanjut dia, pengelolanya sudah harus vaksin, jadi betul-betul menjaga bersama di seluruh destinasi, khususnya di Magelang raya ini.

"Jadi betul-betul bersinergi bersama, berkolaborasi bersama agar penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir," katanya.

Menurut dia, kebangkitan sektor pariwisata ini dibutuhkan oleh banyak pelaku pendukung pariwisata di kawasan Magelang Raya. Mudah-mudahan Magelang bisa segera mencapai level yang normal untuk dibukanya destinasi pariwisata seperti sebelum pandemi.

Taj Yasin menilai tahapan uji coba simulasi di Borobudur berjalan dengan baik. Tahapan simulasi dimulai dari awal masuk pintu gerbang sebelum wisatawan turun dari mobil sudah diminta menunjukkan kartu vaksinasi atau aplikasi PeduliLindungi.

Kemudian ada tempat-tempat untuk menurunkan wisatawan supaya tidak ada kerumunan, sehingga penguraian kerumunan sudah baik.

Dikatakannya, daerah Jawa Tengah, khususnya Magelang, merupakan daerah yang saat ini sudah baik dalam penanganan Covid-19, sehingga melakukan simulasi membuka Taman Wisata Candi Borobudur.

"Hal ini menunjukkan bahwa koordinasi penanganan Covid-19 ini berjalan dengan baik. Dengan adanya simulai ini menunjukkan bahwa masih harus waspada, prokes harus ditaati, tidak semena-mena sehingga dengan harapan simulasi ini nantinya bisa menumbuhkan roda ekonomi," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini