Deretan Wisata Kelam di Tokyo, Ada Sumur Tempat Cuci Kepala Terpenggal

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 408 2472723 deretan-wisata-kelam-di-tokyo-ada-sumur-tempat-cuci-kepala-terpenggal-tIGCvezgdi.JPG Sengakuji Temple (Foto: Instagram/@sho_kdr)

JEPANG dikenal memiliki kota-kota cantik yang kaya akan tradisinya. Juga beragam destinasi wisata yang menarik dan penuh warna.

Namun, tak hanya menawarkan tempat wisata yang memesona, ternyata di Jepang pun dapat ditemukan lokasi-lokasi yang mempunyai kisah sejarah yang gelap.

Jika ingin mengunjungi tempat wisata anti-mainstream, penuh dengan kisah kelam dan kejam di baliknya, bisa jadi pilihan untuk Anda kunjungi. Berikut 4 tempat wisata di Jepang dengan sejarah kelam di baliknya.

Sengakuji (Sumur tempat bersihkan kepala terpenggal)

Tempat ini terdapat cerita rakyat yang sangat terkenal di Jepang. Menurut cerita rakyat itu, pada suatu malam yang dingin Januari 1703, sebanyak 47 ronin samurai membalas kematian tuan mereka dengan memenggal kepala orang yang dianggap bertanggung jawab.

Baca juga: 7 Destinasi Wisata Alam yang Menakjubkan di Jepang

Kuil Sengakuji

(Foto: Instagram/@conhecendojapao)

Kemudian membawa kepala itu dengan melintasi setengah jalan Tokyo menuju makam tuan mereka, tepatnya di Sengakuji. Di tempat inilah mereka membasuh kepala di dalam sumur sebelum menyerahkan diri. Dan salah satu dari mereka (yang telah dikirim sebagai utusan) diizinkan untuk melakukan ritual bunuh diri ketimbang dieksekusi.

Di Sengakuji Anda bisa mengunjungi sumur dan makam 47 ronin samurai beserta tuan mereka. Meskipun saat ini sumur itu tertutup agar tidak ada orang yang melakukannya kembali.

Suzugamori dan Kozukappara (lokasi eksekusi massal)

Apakah Anda berani mengunjungi tempat wisata satu ini? Tempat Eksekusi Suzugamori terletak di pintu masuk selatan Tokyo dan Kozukappara di pintu masuk utara. Suzugamori adalah tempat di mana sekitar 400.000 penjahat, ronin, dan tahanan politik menemui kematian mereka selama periode Edo yang 'damai'.

Suzugamori

(Foto: Instagram/@kyutokaido2017)

Metode eksekusi yang digunakan pun bisa dibilang cukup mengerikan. Seperti membakar tahanan di tiang, penyaliban, pemenggalan, dan menggantung tahanan secara terbalik saat air surut kemudian perlahan-lahan menenggelamkannya begitu air pasang naik. Sementara di Kozukappara, mayat dibiarkan dimakan oleh anjing liar dan musang.

Yoshiwara (distrik kesenangan zaman Edo)

Tempat ini terletak dekat dengan Minowa di barat laut Asakusa. Yoshiwara merupakan distrik lampu merah Edo, tempat para pedagang dan samurai pergi untuk bersenang-senang pada masa itu.

Daerah ini juga termasuk rumah bagi ribuan wanita yang bekerja dari geisha dan oiran yang berstatus tinggi maupun rendah. Sebagian dari mereka bekerja karena tidak ada pilihan lain.

Distrik Yoshiwara

(Foto: Tokyo Cheapo/Gregory Lane)

Kini, Yoshiwara terletak di lingkungan 4-chome Senzoku. Stasiun terdekat di daerah ini adalah Minowa di Jalur Hibiya. Hal yang masih mengikat daerah ini dengan masa lalu adalah terdapatnya kuil dan tempat suci di lingkungan sekitar, yaitu Kuil Otori yang berasal dari masa kejayaan Yoshiwara.

Criminal Materials Department di Universitas Meiji

Pernahkah Anda mengunjungi museum yang menampilkan alat-alat penyiksaan yang digunakan untuk mengeksekusi tahanan?

Bila belum, mungkin bisa mencobanya ke tempat ini. Museum Universitas Maji memiliki pemandangan yang sangat suram tentang sejarah kejahatan dan hukum di Jepang.

Criminal Materials Department

(Foto: Tokyo Cheapo/Gregory Lane)

Di museum ini pula Anda dapat melihat alat-alat eksekusi yang dipamerkan, seperti alat pemenggal kepala dan Ishidakizeme dan tempat lempengan batu untuk memuat kaki tahanan untuk memberikan rasa sakit, serta pengakuan.

Jadi, punya nyali untuk mengunjungi tempat dengan sejarah kelam dan beraura mistis itu?

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini