Viral Tentara Taliban Naik Perahu Angsa, Nikmati Taman Nasional dengan Senjata di Tangan

Ruben Hard Silitonga, Jurnalis · Selasa 21 September 2021 04:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 406 2474188 viral-tentara-taliban-naik-perahu-angsa-nikmati-taman-nasional-dengan-senjata-di-tangan-NPOlNy5bUp.jpg Tentara Taliban naik perahu angsa di Taman Nasional Band-e Amir, Afghanistan (Twitter PoliticsForAll/Mirror)

SEJUMLAH tentara Taliban menikmati matahari saat mereka bersantai di perahu angsa dan flamingo di Taman Nasional Band-e Amir, yang terletak di dekat Provinsi Bamiyan, Afghanistan. Foto kegiatan tersebut viral di media sosial.

Awal bulan ini, tentara Taliban terlihat menikmati Dodgems di sebuah pameran di Afghanistan, yang sekarang telah mereka ambil alih menyusul penarikan tentara Amerika Serikat dan Inggris serta evakuasi warga di negara itu.

Baca juga: 6 Situs Wisata Bersejarah di Afghanistan, Ada yang Rusak Akibat Perang

Awal pekan ini terungkap bahwa Taliban telah melarang anak perempuan pergi ke sekolah menengah di Afghanistan, dengan hanya anak laki-laki dan guru laki-laki yang disuruh hadir.

"Semua guru dan siswa laki-laki harus menghadiri lembaga pendidikan mereka, " begitu putusan terbaru Taliban sebagaimana dilansir dari Mirror, Senin (20/9/2021).

 

Karena Keaksaraan perempuan sekarang mencapai 30 persen di Afghanistan - hampir dua kali lipat dari tahun 2001.

Baca juga: Inilah Suwaiqah Souq, Pasar Bersejarah Dekat Masjid Nabawi di Madinah

Badan anak-anak PBB, UNICEF mengatakan sangat penting bahwa semua anak perempuan, termasuk anak perempuan yang lebih tua, dapat melanjutkan pendidikan mereka tanpa penundaan lebih lanjut.

"Untuk itu, kami membutuhkan guru perempuan untuk melanjutkan mengajar."

Taliban juga tampaknya telah menggantikan kementerian urusan perempuan dengan departemen yang mendorong doktrin agama yang ketat.

Sebuah tanda untuk Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan dipasang pada hari Jumat di Kabul, di tempat yang merupakan markas besar urusan perempuan.

Wanita terlihat memprotes di media sosial sementara Taliban belum mengatakan apakah kementerian wanita baru akan dibuka.

Pada Senin, Mirror secara eksklusif mengungkapkan bahwa Taliban telah merekrut mata-mata dunia maya China untuk membantu mereka mengintai warga sipil Afghanistan dalam sebuah misi untuk mencegah pemberontakan.

 Ilustrasi

Beijing telah mengirim pakar komunikasi terbaiknya ke Kabul untuk menunjukkan kepada Taliban cara mencegat panggilan telepon di telepon rumah dan jaringan seluler, dan memantau penggunaan internet, dan media sosial.

Ini juga memberi orang-orang yang mereka buru, seperti mantan pejabat dan personel keamanan, beberapa pilihan dalam cara mereka berkomunikasi dengan jaringan lain."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini