Duh, Masih Ada Pengunjung Borobudur Belum Siap Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Antara, Jurnalis · Selasa 21 September 2021 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 406 2474326 duh-masih-ada-pengunjung-borobudur-belum-siap-pakai-aplikasi-pedulilindungi-uHn3J5Pb8J.JPG Simulasi pemindaian barcode di kawasan wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (Foto: Antara/Anis Efizudin)

APLIKASI PeduliLindungi mulai diterapkan pada uji coba pembukaan tempat wisata, salah satunya Candi Borobudur.

Namun, masih saja terdapat pengunjung Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang belum menyiapkan bahkan tidak paham dengan aplikasi yang menjadi syarat masuk di objek wisata tersebut.

Pengunjung dari Surabaya, Ailin mengaku belum mengetahui jika syarat masuk ke Taman Wisata Candi Borobudur harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

"Kami tadi sempat bingung, tetapi ada petugas yang membantu download, pelayanannya bagus," katanya.

Menanggapi penggunaan aplikasi tersebut sebagai syarat untuk masuk Taman Wisata Candi Borobudur, ia menyampaikan apresiasi karena hal tersebut demi keamanan diri sendiri.

Pengunjung dari Jakarta, Ana yang datang berombongan bersama familinya mengatakan sudah mengetahui dari media jika masuk Borobudur harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: Ribetnya Berwisata, Mau Scan Barcode Aplikasi Aja Susah Sinyal

"Saya dan anak saya sudah mengunduh aplikasi tersebut, tetapi beberapa saudara saya belum melakukan sehingga harus mengunduh aplikasi tersebut lebih dulu di lokasi sehingga tidak bisa langsung masuk," katanya.

Infografis Candi Borobudur

Sementara, General Manager Unit Manohara dan Unit Borobudur, Jamaludin Mawardi mengakui pada uji coba penerapan aplikasi PeduliLindungi di hari pertama di Borobudur masih dijumpai banyak hambatan, bukan hanya dari sistemnya saja tetapi juga dari kesiapan para wisatawan terutama soal aplikasi PeduliLindungi.

"Kami masih menjumpai banyak wisatawan yang belum mempersiapkan diri dengan mengunduh aplikasi PeduliLindungi di smartphone mereka masing-masing. Hal ini mengakibatkan mereka tertahan, karena harus menginstal dulu aplikasi tersebut yang kadang tidak langsung berhasil sehingga memakan waktu," ucap Mawardi.

Baca juga: Catat! Aturan Ganjil Genap di Daerah Tujuan Wisata Bali Berlaku 25 September

Menurut dia, memang perlu ada proses edukasi secara kontinyu, baik pada saat mereka berada di sini sebelum membeli tiket maupun sebelum mereka memutuskan untuk berkunjung ke Borobudur.

"Melalui sosial media terus kami lakukan proses edukasi ini," sebutnya.

Mawardi menyampaikan bahwa pengunjung hari pertama uji coba objek wisata ini dari berbagai kota di Jawa, antara lain Bogor, Tangerang, Jakarta, dan sejumlah kota di Jateng.

"Saya kira mereka sengaja datang, mungkin sudah mendapat informasi bahwa hari ini Candi Borobudur sudah bisa dikunjungi," katanya.

Masa uji coba pembukaan Candi Borobudur di tengah pandemi ini lanjutnya, pengunjung harus menjalani beberapa tahap pemeriksaan, begitu masuk di pintu gerbang dipastikan oleh petugas keamanan bahwa mereka harus sudah vaksinasi dengan bukti kartu vaksin dan bukti lainnya.

Selain itu, katanya dipastikan tidak ada anak-anak di bawah 12 tahun dan sudah mengunduh aplikasi PeduliLindungi.

"Anak di bawah 12 tahun belum diizinkan karena memang mereka belum divaksin. Jadi substansinya bukan anak-anak tetapi vaksinasinya," tandas Mawardi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini