Candi Prambanan Hanya Dikunjungi 643 Wisatawan Selama 2 Hari Uji Coba

Antara, Jurnalis · Selasa 21 September 2021 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 406 2474505 candi-prambanan-hanya-dikunjungi-643-wisatawan-selama-2-hari-uji-coba-YK6GOp1Pnj.JPG Taman Wisata Candi Prambanan (Foto: Instagram/@novemlawalata)

TAMAN Wisata Candi Prambanan di perbatasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dikunjungi sebanyak 643 wisatawan selama dua hari uji coba pembukaan destinasi wisata tersebut yang mulai dilakukan sejak Sabtu 18 September 2021.

"Memang kunjungan wisatawan ke Candi Prambanan belum banyak, selama dua hari uji coba tercatat ada sebanyak 643 wisatawan yang berkunjung," kata General Manager Taman Wisata Candi Prambanan, Putro Lelono.

Menurut dia, berdasarkan catatan tiket masuk, jumlah pengunjung pada Sabtu, 18 September 2021 sebanyak 249 wisatawan dan pada Minggu, 19 September 2021 ada 394 wisatawan.

"Jumlah wisatawan tersebut merupakan mereka yang memenuhi persyaratan yakni lolos skrining aplikasi PeduliLindungi, sebagai syarat utama wisatawan masuk ke Taman Wisata Candi Prambanan," katanya.

Baca juga: Berwisata Sambil Olahraga, Yuk Gowes Keliling Prambanan hingga Borobudur

Putro menambahkan, selain mereka yang tidak lolos atau belum memiliki aplikasi PeduliLindungi, pihaknya juga tidak memperbolehkan wisatawan di bawah usia 12 tahun dan di atas 70 tahun masuk.

"Ada pengunjung yang membawa anak-anak di bawah 12 tahun, kami terpaksa tidak mengizinkan masuk. Akhirnya rombongan keluarga yang hendak berwisata membatalkan kunjungan ke Candi Prambanan," jelas Putro.

Sebelumnya pada Jumat pekan lalu, PT Taman Wisata Candi (PT TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) melakukan uji coba pembukaan dengan penerapan protokol kesehatan ketat serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi di Taman Wisata Candi (TWC) Candi Prambanan.

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah pemangku kepentingan seperti Pemprov Jateng dan DIY, Pemda dan satgas kabupaten serta beberapa elemen pariwisata yang ada di Kawasan.

Direktur Utama PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Edy Setijono mengatakan, pengelola destinasi harus mengubah paradigma wisata di masa kenormalan baru ini. Aturan tentang penerapan protokol kesehatan menurutnya harus dijalankan secara profesional.

"Kita perlu menyamakan persepsi, bahwa yang kita lakukan hari ini adalah uji coba. Tujuan utamanya bukan mendapatkan pengunjung sebanyak-banyaknya, namun memastikan protokol kesehatan ditaati dengan ketegasan dari pengelola. Kami berharap pandangan yang sama untuk menyelesaikan pandemi ini," kata Edy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini