Kepri Siap Buka Pariwisata bagi Turis Asing, tapi Masih Terbatas

Antara, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 406 2474842 kepri-siap-buka-pariwisata-bagi-turis-asing-tapi-masih-terbatas-wFAEamm3kb.JPG Kawasan wisata Lagoi di Pulau Bintan, Kepri (Foto: Kemenparekraf)

DESTINASI wisata di Lagoi, Bintan dan Nongsa, Batam di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) siap dibuka terbatas untuk wisata mancanegara (wisman), seiring dengan membaiknya penanganan dan tingginya angka vaksinasi Covid-19 di daerah setempat.

"Penyebaran Covid-19 sudah jauh menurun. Bahkan dua hari yang lalu di Batam nihil tambahan kasus. Vaksin juga begitu, dosis pertama sudah diberikan pada 79 persen sasaran, untuk dosis kedua sudah 45 persen," kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar di Batam, Selasa, 21 September 2021.

Hotel, resor, restoran, dan destinasi wisata juga telah menerapkan protokol kesehatan dan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Enviropment Sustainability) .

Pelaku usaha juga melakukan persiapan berlapis. Di Lagoi misalnya, pengelola menyiapkan bluepass sebagai alat pelacakan kontak erat Covid-19 dan kode QR.

Baca juga: Singapura Belum Izinkan Warganya Liburan ke Lagoi, Padahal Sudah Siap Disambut

"Karyawan sudah divaksin 100 persen. Kami tawarkan bahwa kami siap. Tapi tetap tidak boleh sombong, protokol kesehatan tetap harus dijalankan," kata dia.

Tidak hanya itu penanganan kesehatan di sana juga sudah disiapkan, apabila ada wisatawan yang dinyatakan terpapar Covid-19.

Apabila ada pelancong yang dinyatakan positif Covid-19, maka bisa menjalani karantina di resor di Lagoi dan Nongsa.

"Karena itu sudah wilayah karantina. Jadi bukan dikarantina di rumah saja. Wilayah Lagoi sudah enclave, kalau ada yang terkonfirmasi, mudah mereka tangani. Apalagi ada bluepass," kata dia.

Ia mengaku telah berkali-kali mengikuti rapat persiapan pembukaan perbatasan terbatas travel bubble dengan Singapura.

Baca juga: 18 Tempat Wisata di Batam, dari Pantai Eksotis Sampai Hutan Asri

Saat ini sedang dirancang nota kesepahaman antara dua negara untuk pembukaan pembatasan melalui Lagoi dan Nongsa.

"Tinggal pembatasan final tingkat kementerian dan lembaga untuk dibawa ke tingkat lebih tinggi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini