Begini Aturan Baru Verifikasi Vaksinasi COVID-19 Bagi Turis yang Masuk Arab Saudi

Salman Mardira, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 406 2474867 begini-aturan-baru-verifikasi-vaksinasi-covid-19-bagi-turis-yang-masuk-arab-saudi-hYdBqWsrvp.jpg Penumpang pesawat di Bandara Internasional King Khaled, Riyadh, Arab Saudi (Foto AFP via Arab News)

OTORITAS Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi telah mengeluarkan surat edaran kepada semua maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara wilayah Kerajaan tersebut, termasuk penerbangan swasta, mengenai prosedur untuk memverifikasi status vaksinasi COVID-19 terhadap ekspatriat sebelum mereka naik penerbangan ke Arab Saudi.

Surat edaran tersebut menetapkan dua cara bagi wisatawan asing untuk memverifikasi kelayakan mereka, baik dengan menunjukkan status vaksinasi mereka di aplikasi "Tawakkalna" atau dengan mengirimkan laporan yang membuktikan imunisasi di Arab Saudi melalui platform "Qudoom".

Melansir dari Arab News, Rabu (22/9/2021), pihak berwenang Saudi menekankan bahwa tindakan hukum akan diambil terhadap pelanggar.

Baca juga:  Aneh bin Ajaib, Batu Unik Berusia 4.000 Tahun Terbelah Sempurna di Tengahnya

Dalam konferensi pers sebelumnya tentang perkembangan pandemi COVID-19, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Dr Mohammed Al-Abd Al-Aly mengatakan bahwa indikator epidemiologi di Kerajaan dan dunia terus menurun. Dia mencatat bahwa dunia sudah memvaksinasi hampir 6 miliar orang.

 Ilustrasi

Petugas pencegahan Covid-19 Arab Saudi. (SPA/Arabnews)

Saat Kerajaan Saudi mendekati perayaan Hari Nasionalnya, Al-Abd Al-Aly mendesak semua orang untuk menyelesaikan vaksinasi dua dosis mereka dan terus mematuhi tindakan pencegahan COVID-19.

Arab Saudi pada Senin 20 September 2021 melaporkan enam kasus kematian baru terkait COVID-19, sehingga jumlah keseluruhan yang meninggal akibat virus ini menjadi 8.667 orang.

Baca juga:  Pahatan Unta di Arab Saudi Ternyata Relief Hewan Raksasa Tertua di Dunia

Ada 63 kasus baru, yang berarti 546.612 orang di negara itu telah tertular penyakit tersebut. Sebanyak 2.343 kasus tetap aktif, di mana 339 pasien dalam kondisi kritis.

Dari kasus yang baru tercatat, 15 berada di wilayah Makkah, 13 di wilayah Riyadh, tujuh di Provinsi Timur, dan lima di wilayah Madinah.

Selain itu, kementerian mengatakan 71 pasien telah pulih dari penyakit ini, meningkatkan jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 535.602.

Arab Saudi sejauh ini telah melakukan 28.433.787 tes reaksi berantai polimerase (PCR), dengan 45.291 dilakukan dalam 24 jam terakhir.

Pusat pengujian dan pusat perawatan yang didirikan di seluruh negeri telah menangani ratusan ribu orang sejak wabah pandemi COVID-19.

Di antara mereka, pusat Taakad (pastikan) menyediakan tes COVID-19 bagi mereka yang tidak menunjukkan atau hanya gejala ringan atau percaya bahwa mereka telah melakukan kontak dengan individu yang terinfeksi. Klinik Tetamman (yakin) menawarkan pengobatan dan saran bagi mereka yang memiliki gejala virus seperti demam, kehilangan rasa dan penciuman, dan kesulitan bernapas.

Janji temu untuk kedua layanan dapat dilakukan melalui aplikasi Sehhaty kementerian.

Sementara itu, 40.967.054 orang di negara itu hingga saat ini telah menerima vaksinasi COVID-19, termasuk 1.639.937 orang yang berusia lanjut. Sekitar 65,42 persen populasi telah menerima dosis pertama, sementara 50,58 persen telah menyelesaikan kedua dosis. Pada tingkat ini, 70 persen populasi diharapkan telah menyelesaikan kedua dosis pada 5 November 2021.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan melakukan 48.273 tur inspeksi selama dua minggu terakhir untuk memastikan bahwa perusahaan komersial dan gerai di semua wilayah Kerajaan mematuhi tindakan pencegahan. Pihak berwenang mengeluarkan 1.143 denda untuk pelanggaran langsung.

Kota-kota di Kerajaan juga telah menutup beberapa gerai komersial sebagai bagian dari upaya mereka untuk memantau kepatuhan terhadap langkah-langkah kesehatan dan keselamatan untuk menghentikan penyebaran penyakit.

Ilustrasi

Kotamadya Jeddah menutup 23 fasilitas selama 3.431 tur inspeksi yang dilakukan pada hari Minggu. Pihak berwenang juga mengeluarkan denda kepada 23 bisnis lainnya.

Pejabat telah mendesak masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran kesehatan dengan menelepon nomor pusat panggilan 940 atau menghubungi pihak berwenang melalui aplikasi Balady.

Kementerian Agama Islam membuka kembali satu masjid setelah dievakuasi dan disterilkan sementara di wilayah Asir setelah satu orang dinyatakan positif virus corona, sehingga total masjid yang ditutup dan dibuka kembali setelah disterilkan menjadi 2.027 dalam waktu 223 hari.

Pandemi virus corona telah mempengaruhi lebih dari 229 juta orang secara global dan jumlah kematian telah mencapai sekitar 4,70 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini