Share

Mengenal 5 Karakter Badak Jawa, Satwa Raksasa yang Dilindungi

Yaomi Suhayatmi, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 25 2475391 mengenal-5-karakter-badak-jawa-satwa-raksasa-yang-dilindungi-rH3UjQ1M5W.jpg Foto: Dok.WWF

Di ujung barat daya Pulau Jawa, terdapat pesona alam yang telah berstatus sebagai warisan dunia atau world heritage dari UNESCO, yakni Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang berlokasi di Pandeglang, Banten. Di Taman Nasional yang ada #DiIndonesiaAja ini, Anda bisa menikmati pesona alam dengan bermain di sungai hingga pantai untuk mendapatkan pengalaman yang mengesankan.

Bahkan, Anda juga bisa diving, lho! Cocok deh untuk masuk bucket list Anda sebagai destinasi wisata #DiIndonesiaAja yang wajib dikunjungi setelah masa pandemi usai nanti.

Spesialnya, di TNUK Anda dapat melihat kehidupan alami binatang seperti Banteng Cidaon dan Badak Jawa. Membicarakan badak, setiap tahunnya pada tanggal 22 September diperingati sebagai Hari Badak Sedunia atau World Rhino Day.

Hal ini mengingatkan kita pada badak Jawa yaitu hewan endemik yang hanya ada #DiIndonesiaAja. Satwa yang juga memiliki sebutan badak bercula satu ini ternyata memiliki karakter yang menarik.

Baca Juga:ย Viral Badak Digantung Terbalik di Helikopter, Ternyata Ini Faktanya

Penasaran? Sebelum bisa melihatnya secara langsung, yuk simak karakter badak Jawa asli Indonesia berikut ini!

1. Keunikan tubuh badak

ย 

(Foto: David Herman Jaya/Javan Rhino Expedition)


Ciri khas dari tubuh badak ialah memiliki cula yang terletak di sekitar hidungnya. Untuk badak Jawa memiliki cula satu dengan ukuran yang lebih pendek dari badak lainnya, yakni sekitar 25 cm.

Kerap dipercaya sebagai obat-obatan herbal, nyatanya cula badak terbuat dari bahan keratin yang mengeras, sama seperti kuku manusia. Bahkan, telah dilakukan juga penelitian oleh Ohio University bahwa cula badak tidak memiliki manfaat apapun untuk pengobatan.

Hal menarik lainnya dari tubuh badak, terletak pada kulitnya yang berlapis-lapis dan tebal. Namun, siapa sangka jika kulit tebal dari hewan raksasa satu ini termasuk sensitif.

Untuk itu, mereka memiliki hobi berkubang agar suhu tubuhnya tetap terjaga dan mencegah penyakit serta parasit pada kulitnya. Selain itu, satwa yang memiliki nama latin Rhinoceros sondaicus ini memiliki jarak pandang yang terbatas. Meski demikian, pendengaran badak Jawa termasuk yang sensitif.

2. Pemakan tumbuh-tumbuhan

(Foto: WWF)


Satwa yang hidup di hutan tropis ini merupakan seekor pemakan tumbuh-tumbuhan atau biasa disebut herbivora. Badak akan memakan tumbuhan berupa tunas, ranting, daun muda, dan buah-buahan yang jatuh. Hewan yang tidak memiliki predator pemangsa ini bisa memakan beragam jenis tumbuhan.

Meski hanya memakan tumbuh-tumbuhan, badak Jawa bisa memiliki bobot mulai dari 900 hingga 2300 kg. Diperkirakan, badak Jawa bisa menyantap makanan hingga 50 kg setiap harinya, lho!

3. Mempunyai sifat melindungi

(Foto: Pixabay)

Hewan mamalia raksasa ini memiliki sifat melindungi yang terlihat dari bagaimana cara induk badak melindungi anaknya. Pasalnya, setelah mengandung dengan jangka waktu 15 hingga 16 bulan, badak betina akan mengasuh dan melindungi anaknya hingga berusia tiga tahun.

Bahkan, saat merasa terancam, induk badak akan menempatkan anaknya di antara kakinya. Hingga kondisi aman, induk badak akan menyuruh badak kecil berlari dan bersembunyi. Setelah itu, ia akan menghapus jejak kaki buah hatinya agar tidak terlihat arah persembunyian anaknya. Wah, penyayang ya!

4. Satwa penyendiri

(Foto: Taman Nasional Ujung Kulon)


Badak termasuk hewan yang kurang bersosialisasi. Terutama badak dewasa yang lebih banyak menghabiskan waktunya seorang diri.

Badak kerap bertemu hanya saat musim kawin tiba saja. Itulah yang menjadi salah satu faktor badak Jawa termasuk hewan yang hampir punah. Kini, hewan yang sempat tersebar di berbagai daerah ini hanya tersisa 75 ekor yang berada di TNUK.

Selain itu, badak juga memiliki indera pendengaran yang amat sensitif. Hewan yang takut pada manusia akibat pemburuan liar ini sering bersembunyi saat mendengar suara dan bau manusia meski berjarak cukup jauh. Oleh karena itu, penelitian tentang badak umumnya menggunakan kamera tersembunyi atau CCTV yang dipasang di beberapa titik perlintasan badak.

5. Si raksasa yang dapat berlari kencang

(Foto: Dispar Provinsi Banten)


Dengan bentuk kaki yang tergolong pendek dan tubuh yang besar, badak Jawa dapat berlari kencang. Diperkirakan, kecepatan berlarinya sekitar 48 hingga 64 km/jam.

Catatan waktunya ini mengalahkan kecepatan berlari kerbau yang memiliki bobot tubuh lebih ringan dari badak Jawa. Kelebihannya yang dapat berlari kencang ini juga digunakan sebagai bentuk perlindungan diri.

Wah, menarik ya karakter dari badak bercula satu ini. Untuk itu, kita perlu melindungi badak Jawa agar tetap lestari. Sayangnya, wisatawan yang berkunjung ke TNUK hanya dapat melihat badak Jawa di waktu-waktu tertentu saja.

Hal ini dilakukan demi menjaga aktivitas badak agar tidak terganggu. Di situasi pandemi ini, rencana untuk menilik badak bercula satu pun sebaiknya ditunda hingga situasi lebih kondusif guna memaksimalkan implementasi protokol kesehatan 6M serta meminimalisir melonjaknya kasus Covid-19.

Sembari menunggu situasi membaik, Anda bisa lebih dulu wisata virtual sambil #BeliKreatifLokal oleh-oleh khas Banten secara online melalui berbagai platform digital. Dengan begitu, meski #DiRumahAja Anda telah membantu untuk mendukung para pelaku ekonomi kreatif.

Tak lupa juga, membeli oleh-oleh khas daerah wisata lainnya secara online yang mengingatkan kita pada buah tangan saat berlibur. Jadi, jangan ketinggalan untuk merencanakan liburan #DiIndonesiaAja setelah pandemi usai nanti, ya!

(Foto: Instagram/sandiuno)

Dengan mendukung sektor pariwisata Indonesia, Anda juga dapat membantu dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Seperti halnya yang sempat dikatakan oleh Menparekraf Sandiaga Uno, bahwa pariwisata menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di masa kritis.

โ€œKita tak perlu meragukan bahwa pariwisata adalah salah satu kunci utama pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Sejarah juga telah membuktikan bahwa pariwisata adalah sektor yang mampu bertahan di masa krisis. Oleh karena itu mari kita bekerja sama untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata demi kesejahteraan masyarakat kita,โ€ kata Sandiaga.

Wah, ternyata banyak hal bermanfaat yang bisa dilakukan meski berada #DiRumahAja. Walaupun demikian, jangan lupa untuk selalu menerapkan aspek-aspek #InDOnesiaCARE dalam sektor pariwisata sebagai bentuk penyesuaian di masa kenormalan baru, dengan menjaga protokol kesehatan 6M dan mengikuti vaksinasi untuk melindungi diri sendiri serta orang-orang di sekeliling Anda.

Selama berada #DiRumahAja, Anda juga bisa mengikuti PUKIS atau Pesona Punya Kuis yang diadakan setiap hari Selasa. Caranya juga mudah, Anda tinggal follow akun Instagram @pesonaid_travel dan like unggahan PUKIS terbaru. Lalu, jawab pertanyaan yang diberikan melalui kolom komentar. Mention juga tiga teman Anda untuk ikut memeriahkan kuis ini.

Raih kesempatan untuk memenangkan beragam hadiah menarik. Jangan sampai ketinggalan ya, semoga beruntung!

CM

(yao)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini