4 Sosok Wanita di Balik Jenama Lokal yang Mendunia

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Jum'at 24 September 2021 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 25 2476190 4-sosok-wanita-di-balik-jenama-lokal-yang-mendunia-4mjRx6DhtQ.jpg Salah satu produk jenama lokal Niluh Djelantik. (Foto: Wonderful Indonesia)

Jenama lokal yang ada #DiIndonesiaAja telah berhasil membuktikan eksistensinya melalui berbagai produk yang berkualitas. Tak hanya berkarya di dalam negeri, beragam inovasi mereka telah sukses melanglang buana ke berbagai penjuru dunia.

Tentunya, prestasi tersebut didapatkan tak semudah membalikkan telapak tangan. Lika-liku perjuangan para pengusaha kreatif lokal ini berhasil mereka lewati hingga produk mereka berhasil mendapatkan tempat di hati para konsumen.

Berbagai cara dilakukan, mulai dari mengikuti ajang peragaan busana nasional dan internasional, meningkatkan kualitas produknya, menerapkan berbagai strategi pemasaran yang tepat, hingga membuka toko offline di berbagai daerah di Indonesia. Jika butuh inspirasi produk kreatif lokal hingga destinasi wisata #DiIndonesiaAja lainnya, jangan lupa follow akun Instagram @pesonaid_travel, ya!

Lantas, siapa saja sosok yang ada di balik berbagai jenama lokal yang berhasil unjuk gigi di kancah internasional? Berikut ulasannya.

1. Devy Natalia (Boho Panna)

 

Devy Natalia dan produk Boho Panna. (Foto: Instagram)

Devy Natalia adalah sosok wanita yang ada di balik nama besar Boho Panna. Jenama lokal yang menjual berbagai koleksi pakaian anak dan bayi yang berkualitas ini dulunya bernama Boho Baby.

Berdiri pada 2017 silam, Devy telah memiliki mimpi untuk menapaki pasar internasional. Nyatanya, mimpi wanita yang satu ini bukan sekadar isapan jempol belaka.

Boho Panna berhasil melakukan ekspansi ke Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina hingga ke benua Amerika dan Eropa. Tak tanggung-tanggung, jenama lokal ini sampai membuka toko offline di luar negeri, yaitu di Spanyol.

Tentunya pencapaian tersebut diraih setelah berbagai rintangan yang dilaluinya, hingga akhirnya produk ini dapat diterima di hati konsumen. Produk Boho Panna identik dengan ciri khas bahan katun yang lembut dan variasi warna earth tone.

Selain itu, jenama lokal yang satu ini telah menerapkan prinsip keberlanjutan dalam proses produksinya, lho! Boho Panna menggunakan supplier yang tersertifikasi dan dipastikan tidak membuang limbah kotor berbahan kimia sangat tinggi ke sungai.

 BACA JUGA: Suka Berpetualang? Wajib Coba Kegiatan Seru di Labuan Bajo

2. Diajeng Lestari (Hijup)

 

Diajeng Lestari dan produk Hijup. (Foto: Instagram)

Nama Hijup nampaknya memang tak lagi asing bagi sebagian orang, khususnya penyuka dan pengguna fesyen Muslim di Tanah Air. Jenama lokal yang menjual produk fesyen Muslim ini digawangi oleh wanita kelahiran Bekasi bernama Diajeng Lestari.

Dia menggeluti bisnis ini dan mulai membesarkannya sejak 2011 lalu. Tak mudah tentunya, dirinya kerap mengerjakan berbagai pekerjaan sekaligus. Akan tetapi, Diajeng Lestari tak patah semangat dan menyerah begitu saja, hal ini dikarenakan dirinya mendapat dorongan serta dukungan dari sang suami, yaitu Achmad Zakky yang merupakan pendiri dari salah satu e-commerce di Indonesia yaitu Bukalapak.com.

Tak jarang, bisnis yang dijalani Diajeng Lestari ini dipandang sebelah mata. Namun, perjuangannya mengembangkan jenama lokal dengan produk fesyen Muslim berkualitas tersebut nyatanya berbuah manis. Hijup bahkan mejadi jenama lokal pertama di Indonesia yang bergerak di bidang fesyen muslim.

Kini, Diajeng Lestari pun membuka ajang ‘HijUp Growth Fund’ sehingga memungkinkan para pelaku UMKM fesyen Muslim untuk diberikan bantuan dana maksimal sebesar Rp100 miliar untuk mengembangkan usaha mereka. Tak hanya itu, mereka ajuga akan mendapatkan program pendampingan demi memaksimalkan potensinya.

Program ini pun dinilai sejalan dengan komitmen Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk memberdayakan para pelaku UMKM dan juga ekonomi kreatif. Keren sekali, ya!

 

3. Niluh Djelantik (Niluh Djelantik)

 

Niluh Djelantik dan produk sepatu Niluh Djelantik. (Foto: Instagram)

Niluh Djelantik menjadi sosok wanita berikutnya yang ada di balik nama jenama lokal  yang mendunia. Dia merupakan perancang sepatu dan pendiri produk sepatu lokal asal Bali yang menggunakan nama persis dengan nama dirinya sendiri.

Siapa sangka, sosok Niluh rupanya merupakan seorang wanita mandiri yang telah mengarungi kerasnya kehidupan. Dia pernah bekerja sebagai penjaga toko buku di usianya yang masih belia.

Keinginan wanita bernama lengkap Niluh Putu Ary Pertami Djelantik ini menggeluti bisnis dimulai ketika dulu Niluh selalu dibelikan sepatu yang berukuran lebih besar oleh ibunya. Bukan tanpa alasan, hal ini agar sepatu dapat dipakai lebih lama hingga akhirnya sepatu tersebut rusak dan tidak dapat dipakai lagi.

Setelah berusaha menggeluti bisnis sepatu dan merancangnya sendiri, Niluh dibantu oleh pasangannya yang bernama Cedric Cador. Pria yang kemudian menjadi suaminya itu memasarkan barang-barang produksi Niluh ke pasar Eropa, hingga akhirnya lahirlah label ‘Nilou’.

Koleksi Nilou ternyata sangat dikenal di Prancis dan negara-negara lainnya, hingga akhirnya Niluh mendapat tawaran dari agen di Australia dan Prancis untuk melebarkan sayap bisnisnya. Namun kala itu, Niluh merasa tak ingin cinta yang diberikan pada setiap sepatu handmade miliknya tergantikan oleh mesin.

Label Nilou pun kemudian dipatenkan oleh para penawar tesebut dan diproduksi massal di Hongkong. Meski berat hati, dia tak lantas menyerah, Niluh akhirnya melahirkan karya-karya andalannya pada 2008 lalu dengan label Niluh Djelantik yang terus bertahan hingga saat ini.

Beragam desain sepatu yang indah dan berkualitas ini bahkan telah banyak dikenakan oleh para tokoh-tokoh dunia. Seperti halnya Tara Reid, Robyn Gibson, Julia Roberts, Paris Hilton, dan masih banyak lagi.

4. Sancaya Rini (Kana Goods)

 

Sancaya Rini dan produk Kana Goods. (Foto: Instagram)

Jika Anda bertanya siapa sosok dibalik jenama lokal Kana Goods yang identik dengan sentuhan etnik dalam balutan gaya urban, Sancaya Rini adalah jawabannya. Ya, wanita kelahiran 11 Agutsus 1959 ini merupakan pendiri dari jenama lokal Kana Goods yang memproduksi kain dan pakaian batik .

Berbeda dengan yang lain, produk Kana Goods mempertahankan kualitasnya dengan menggunakan pewarna alam yang berasal dari tanaman indigofera. Jauh dari dalam lubuk hatinya, Sancaya Rini ingin batik dengan pewarna alami ini mendapat tempat di hati generasi muda agar dapat terus diwariskan hingga masa depan.

Penerapan prinsip ramah lingkungan dari jenama lokal ini juga terpancar dari teknik celup tradisional yang mereka lakukan hingga saat ini. Material pakaian yang digunakan pun termasuk alami, yaitu katun, rami, dan juga linen.

Produk Kana Goods sangatlah beragam, mulai dari outerwear, kimono, dress, blus, topi, syal, dan lain-lain. Jenama lokal yang identik dengan warna biru tua ini bahkan pernah mendapatkan penghargaan Merit Prize in Textiles Category dalam INACRAFT AWARD 2017 lalu.

Bagaimana? Inspiratif sekali bukan? Jika tertarik untuk memiliki berbagai koleksi berkualitas dari jenama lokal milik para wanita hebat ini, Anda dapat #BeliKreatifLokal secara online produk-produk tersebut melalui berbagai e-commerce yang tersedia, serta media sosial milik para pengusaha kreatif lokal.

Sudah saatnya bagi kita untuk #BanggaBuatanIndonesia seiring dengan kualitas produknya yang terus berkembang. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno pun mengimbau masyarakat untuk membeli produk-produk lokal yang sudah banyak berkembang.

“Kita semua harus membeli produk ekonomi kreatif lokal yang harus di-support oleh kita sendiri. Saya ingin mengajak semua masyarakat bersiap-siap memulihkan kegiatan ekonomi kita. Karena pandemi ini sudah satu tahun, kita butuh kabar baik untuk masyarakat dan ekonomi negara kita,” ujarnya.

Selain dapat menambah koleksi Anda #DiRumahAja, membeli produk lokal juga dapat membantu menjalankan roda perekonomian UMKM di Indonesia. Sebab situasi pandemi Covid-19 memang memberikan dampak di semua lini kehidupan masyarakat, termasuk sektor ekonomi kreatif. Meski begitu, hal ini nyatanya tak menyurutkan semangat para pelaku ekonomi kreatif untuk terus bertahan.

Mereka terus berkolaborasi, berinovasi, dan displin menerapkan aspek-aspek #InDOnesiaCARE. Upaya ini tentunya dilakukan agar dapat membangkitkan kembali geliat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Sementara itu, di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini, tetaplah batasi mobilitas Anda dan sebisa mungkin untuk berada #DiRumahAja. Demi mengurangi risiko penularan Covid-19, jika Anda terpaksa harus bepergian ke luar rumah, maka pastikan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 6M, ya!

Jangan lupa mencuci tangan dengan sabun, memakai masker yang benar, menjaga jarak, menghindari keramaian, menghindari makan bersama, serta mengurangi mobilitas. Jagalah kesehatan dan segera lakukan vaksinasi Covid-19 agar dapat mecapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

 

Seluruh upaya ini tidak lain adalah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri Anda, serta orang-orang yang Anda sayangi. Jangan khawatir akan merasa bosan selama berada #DiRumahAja, sebab Anda dapat mengisi waktu luang dengan berbagai kegiatan yang seru dan bermanfaat.

Salah satunya dengan mengikuti Pesona Punya Kuis atau PUKIS yang diadakan pada hari Selasa setiap pekannya. Pertama, follow akun Instagram @pesonaid_travel dan like unggahan PUKIS terbaru. Kemudian, jawablah pertanyaan yang diberikan melalui kolom komentar, jangan lupa mention tiga teman Anda agar tak ketinggalan informasi dan dapat memeriahkan kuis ini.

Jangan khawatir, akan ada beragam hadiah menarik untuk para pemenang. Tunggu apalagi? Segera ikuti kuisnya, ya!

CM

(yao)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini